Pixel Code jatimnow.com

Jalan Panjang Imborilia Tembus Pendidikan S2 Manajemen di Unitomo Surabaya

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Imborilia, mantan atlet taekwondo peraih medali pertama bagi Timor-Leste pada SEA Games Filipina 2019. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
Imborilia, mantan atlet taekwondo peraih medali pertama bagi Timor-Leste pada SEA Games Filipina 2019. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perjuangan membawa nama negara tidak berhenti saat seseorang melangkah keluar dari arena olahraga. Semangat itu justru bertransformasi menjadi dorongan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di tanah airnya.

Hal tersebut dibuktikan oleh Imborilia, mantan atlet taekwondo peraih medali pertama bagi Timor-Leste pada SEA Games Filipina 2019.

Sosok yang juga pernah melatih siswa sekolah menengah ini resmi menyelesaikan studi Magister Manajemen di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Langkah ini ia ambil untuk memperkuat rekam jejaknya di dunia publik, setelah sempat aktif di Komite Olimpiade Nasional, kementerian, hingga lingkar pemerintahan Presiden Xanana Gusmao.

Pengalaman lapangan yang kaya membuatnya sadar bahwa perbaikan kelembagaan membutuhkan landasan analitis yang kuat.

"Menjadi profesional tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Kita butuh pemahaman organisasi yang sistematis agar setiap kebijakan berbasis analisis, bukan sekadar asumsi," tegas Imborilia.

Perjalanan akademiknya di Surabaya tidak berjalan mulus tanpa tantangan. Pada awal 2026, ia harus menunda pengerjaan tesis akibat kehamilan dan persalinan anak pertama yang menuntut proses pemulihan fisik cukup panjang.

Situasi tersebut memaksanya menata ulang jadwal riset dan intensitas komunikasi dengan dosen pembimbing.

Baca juga:
Unitomo Wisuda 1.059 Lulusan, 87 Persen Dapat Kerja Kurang dari 3 Bulan

Baginya, penyesuaian target di tengah perubahan kondisi hidup bukanlah sebuah bentuk kegagalan.

"Selesai studi itu bukan soal secepat apa kita mencapai garis finis, melainkan bagaimana kita terus melangkah saat situasi berubah," ujarnya.

Riset tesisnya mengangkat topik manajemen sumber daya manusia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste.

Ia meneliti dampak kepuasan kerja, kompensasi, dan motivasi terhadap kinerja pegawai dengan variabel loyalitas.

Baca juga:
Modal Awal Paylater, Lulusan Akuntansi Unitomo Kini Punya Store dan 4 Karyawan

Pencapaian ini menorehkan sejarah tersendiri karena Imborilia menjadi anggota keluarga pertama yang berhasil menembus jenjang pendidikan S2.

Ia berharap ilmu yang diperoleh mampu mendorong pembenahan birokrasi di Timor-Leste secara nyata.

Bagi generasi muda yang ingin menuntut ilmu di luar negeri, ia berpesan agar tidak membiarkan keterbatasan latar belakang menghentikan langkah.

Kunci utamanya terletak pada ketahanan mental, keberanian bermimpi, serta menjaga arah dan tujuan belajar.