jatimnow.com - Konferensi Daerah (Konferda) DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur di Nganjuk, Minggu (06/9/2026), berujung ricuh setelah sejumlah kader mempersoalkan legalitas rekomendasi pasangan calon pimpinan organisasi.
Persoalan tidak hanya menyangkut kontestasi kepemimpinan. Forum juga diwarnai tudingan keterlibatan pengurus partai politik dalam struktur organisasi serta dugaan kekerasan terhadap kader yang menyampaikan keberatan.
Polemik Konferda GMNI Jatim bermula dari beredarnya Surat Rekomendasi Nomor 01/SR/DPC.GMNI-MALANGRAYA/IX/2026 yang mencantumkan Mohammad Kelvin Arisudin Akbar sebagai calon ketua dan Michael Purnomo sebagai calon sekretaris DPD GMNI Jawa Timur.
Surat itu dipersoalkan sejumlah kader karena salah satu penandatangannya, Danang Prawito, disebut juga memiliki jabatan struktural di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung.
Dalam dokumen rekomendasi, Danang tercantum sebagai Sekretaris DPC GMNI Malang Raya. Sementara berdasarkan informasi yang disampaikan pihak penolak, Danang disebut menjabat Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung.
Kondisi itu dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai independensi organisasi mahasiswa dan keabsahan proses pemberian rekomendasi.
"GMNI ini organisasi gerakan mahasiswa, bukan underbouw apalagi alat transaksional partai politik. Bagaimana mungkin seorang pengurus aktif DPC PDIP Tulungagung masih memegang SK dan menandatangani rekomendasi resmi calon pimpinan DPD?" kata Ketua DPC GMNI Jember Abdul Aziz Al Fazri
Ia menilai persoalan tersebut harus diuji berdasarkan aturan internal organisasi, termasuk AD/ART, sebelum rekomendasi digunakan dalam proses pencalonan.
Selain rekomendasi calon, kader juga mempersoalkan keberadaan sejumlah surat keputusan kepengurusan cabang yang mereka anggap bermasalah.
Pihak DPC GMNI Jember menuding terdapat penerbitan SK yang mereka sebut sebagai "SK siluman". Mereka menduga keputusan itu digunakan untuk mengakomodasi pihak tertentu dalam struktur cabang sekaligus memengaruhi komposisi suara pada Konferda.
Tudingan tersebut menjadi salah satu pemicu protes dalam persidangan. Kader yang keberatan meminta status dan kewenangan setiap cabang peserta diperiksa sebelum proses pemilihan dilanjutkan.
Baca juga:
Konferda GMNI Jatim Ricuh, Ketua GMNI Jember Luka di Wajah
Namun, tudingan mengenai "SK siluman" maupun dugaan pelanggaran terhadap AD/ART tersebut masih membutuhkan verifikasi dari DPP GMNI dan pihak-pihak yang menerbitkan atau menggunakan SK dimaksud.
Situasi forum kemudian memanas. Ketua DPC GMNI Jember mengaku mendapat tindakan kekerasan setelah menyampaikan keberatan mengenai rekomendasi dan status kepengurusan cabang.
Menurut keterangannya, ia dipukul dan kemudian dipaksa keluar dari arena persidangan. Ia juga menyebut pemukulan dilakukan menggunakan benda keras.
"Saat kami mempertanyakan keabsahan SK dan dugaan intervensi partai secara terbuka dalam persidangan, kami malah mendapat kekerasan fisik. Saya dipukuli dan diseret keluar arena hanya karena menolak diam," ujarnya Aziz
Keterangan mengenai penggunaan batu dalam pemukulan menjadi bagian penting yang perlu dibuktikan melalui keterangan saksi, dokumentasi kejadian, maupun bukti medis jika tersedia.
Baca juga:
Konferda GMNI Jatim Ricuh, Muncul Dugaan Politik Uang dan Intervensi
Insiden itu membuat proses Konferda kembali mendapat sorotan. Perselisihan mengenai mekanisme pencalonan yang semestinya diselesaikan melalui prosedur organisasi justru berkembang menjadi konflik fisik.
Bagi kader yang memprotes, persoalan tersebut bukan semata persaingan memperebutkan posisi Ketua dan Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur.
Mereka menilai independensi organisasi dan kepatuhan terhadap aturan internal harus menjadi dasar utama dalam menentukan kepemimpinan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh klarifikasi dari Danang Prawito, DPP GMNI, pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, maupun pihak-pihak yang dituding terlibat dalam dugaan penerbitan SK bermasalah dan pemukulan terhadap Ketua DPC GMNI Jember.
Catatan Redaksi: Berita ini memuat informasi dan tudingan yang masih memerlukan konfirmasi. Pihak-pihak yang disebut memiliki hak jawab dan dapat menyampaikan klarifikasi kepada redaksi.
URL : https://jatimnow.com/baca-87326-di-balik-ricuh-konferda-gmni-jatim-rekomendasi-calon-dipersoalkan