jatimnow.com - Partai Golkar menargetkan perekrutan 2 juta kader muda di seluruh Indonesia melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mulai memperkuat mesin kaderisasi untuk menjaring generasi muda sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan menjelang Pemilu 2029.
Upaya itu ditandai dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) I PD AMPG Jawa Timur yang berlangsung pada 5–6 September 2026 di Gedung Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
Sebanyak 130 kader muda dari 38 PD AMPG kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Dari hasil evaluasi tim penilai, 17 peserta dinyatakan tidak lulus.
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengatakan kaderisasi tidak berhenti pada peningkatan kemampuan organisasi. Menurut dia, pendidikan kader merupakan bagian dari strategi Partai Golkar untuk menyiapkan generasi penerus kepemimpinan.
“Forum ini bukan sekadar meningkatkan kapasitas kader, tetapi bagian dari strategi politik Partai Golkar untuk menyiapkan generasi penerus kepemimpinan,” kata Said saat membuka Diklatda.
Ia menyebut target perekrutan 2 juta kader muda merupakan instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Diklatda di Jawa Timur juga menjadi agenda kedua setelah pelaksanaan kegiatan serupa di DKI Jakarta.
“Kami diinstruksikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk merekrut 2 juta kader muda melalui AMPG,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mengatakan regenerasi politik tidak semata-mata berbicara mengenai pergantian kader senior oleh kader yang lebih muda.
Menurut dia, regenerasi harus disertai transfer pengetahuan, nilai, karakter, serta kemampuan politik agar estafet kepemimpinan tidak terputus.
Ali, yang mulai bergabung dengan Partai Golkar pada 1998 ketika berusia 28 tahun, meminta kader muda mempersiapkan diri secara serius. Pendidikan kader, kata dia, harus menjadi fondasi untuk memastikan keberlanjutan organisasi.
“Generasi muda harus menyiapkan diri sebaik mungkin sebagai bagian dari semangat Partai Golkar dalam melakukan pendidikan kader dan regenerasi politik di masa depan,” tegas Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil VII Jawa Timur itu.
Ia membedakan fungsi pendidikan dan pelatihan dalam proses kaderisasi. Pendidikan diperlukan untuk membangun kesamaan pengetahuan dan perspektif kebangsaan, sedangkan pelatihan diarahkan untuk membentuk keterampilan dalam menghadapi dinamika organisasi dan politik.
Namun, Ali mengingatkan kemampuan politik tanpa fondasi nilai dan tata kelola yang baik dapat menjadi persoalan ketika kader memasuki ruang kekuasaan.
Baca juga:
AMPG Jatim Jadi Penggerak Nasional, Gelar Diklatda I Serentak
“Kalau masuk ke ruang kekuasaan tanpa nilai, tanpa value dan tanpa tata kelola yang baik, kekuasaan yang seharusnya diabdikan untuk bangsa dan negara bisa menjadi mubazir,” tuturnya.
Karena itu, kader muda AMPG tidak hanya dituntut piawai membaca dinamika politik. Mereka juga harus memiliki karakter dan orientasi pengabdian yang kuat agar proses kaderisasi tidak berubah menjadi sekadar jalur mengejar kekuasaan.
Diklatda I AMPG Jatim ditutup Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono pada Minggu (6/9/2026) petang.
Dari 130 peserta, sebanyak 17 kader dinyatakan tidak lulus. Sementara itu, dua peserta dengan hasil penilaian terbaik mendapat kesempatan mengikuti pertemuan organisasi kepemudaan di Malaysia bersama kader-kader terbaik AMPG dari berbagai daerah di Indonesia.
Blegur menilai posisi AMPG semakin strategis karena organisasi itu menjadi salah satu pintu Golkar untuk mendekati pemilih pemula dan generasi Z.
“Kader AMPG harus mampu membesarkan Partai Golkar di daerah sekaligus mengajak generasi muda bersama Golkar menuju Pemilu 2029 melalui kegiatan yang relevan dengan minat mereka,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.
Baca juga:
Golkar Jatim Gelar Turnamen Mini Soccer Pelajar Berhadiah Rp188 Juta, Kick Off Besok
Meski demikian, Blegur meminta kader tidak menjadikan organisasi sebagai kendaraan instan untuk mendapatkan jabatan politik.
Menurut dia, kematangan seorang kader terbentuk melalui pengalaman, proses panjang, dan konsistensi. Karena itu, kader muda diminta tidak terburu-buru mengejar posisi.
“Jangan bingung dan jangan terburu-buru. Nikmati prosesnya, karena semuanya membutuhkan tahapan,” ucapnya.
Golkar juga membuka ruang kaderisasi bagi anak muda dari beragam latar belakang, termasuk bidang seni, pendidikan, dan keagamaan. Namun, kesempatan itu harus diikuti kerja nyata dan target yang terukur.
Bagi AMPG Jawa Timur, berakhirnya Diklatda bukan berarti proses kaderisasi selesai. Sebaliknya, 130 kader yang kembali ke daerah masing-masing kini menghadapi tahap yang lebih penting: membuktikan hasil pendidikan melalui kerja organisasi dan kemampuan meraih kepercayaan generasi muda.
Target akhirnya bukan sekadar menambah jumlah anggota. AMPG dituntut melahirkan kader yang mampu menggerakkan organisasi sekaligus menjadi bagian dari wajah baru kepemimpinan Golkar menuju 2029.
URL : https://jatimnow.com/baca-87328-ampg-jatim-jadi-mesin-regenerasi-golkar-menuju-pemilu-2029