Ini Tips Pedagang Buah di PIOS Memilih Jeruk Lokal

jatimnow.com - Para pedagang di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) lebih memilih buah lokal dari berbagai daerah yang memiliki ketahanan lebih lama atau awet guna meminimalisir kerugian.

Salah satunya adalah pedagang di PIOS lebih memilih jeruk asal Banyuwangi yang memiliki ketahanan lebih lama dibanding dengan jeruk dari daerah lain.

Salah satu pedagang buah di PIOS, Samsul Arifin mengatakan dirinya konsisten mendatangkan buah jeruk dari Banyuwangi karena lebih awet meski juga mendatangkan buah dari daerah lainnya.

"Kalau jeruk Banyuwangi ini lebih awet. Masih bisa bertahan 4 sampai 5 hari. Kalau jeruk dari daerah lain, paling 3 hari tertahan di pasar maka kondisinya akan mulai rusak dan membusuk," jelas Samsul, Jumat (26/6/2020).

Sebagai gambaran, Samsul menyebutkan jika dirinya mendatangkan 2 ton jeruk dalam sekali kirim. Dari pengalaman Samsul, untuk jeruk Banyuwangi risiko busuknya rata-rata berkisar antara 10 hingga 50 kilogram saja.

"Kalau jeruk dari daerah lain, dalam 2 ton risiko kerusakannya bisa mencapai 1 kuintal lebih. Bahkan saya pernah merugi mendatangkan jeruk dari daerah lain dimana kerusakannya mencapai 2 kuintal," ujar dia.

Meski begitu pedagang asal Madura itu juga menyebut jika secara rasa, jeruk Banyuwangi masih kalah manis jika dibanding dengan jeruk Kintamani Bali.

"Kalau awetnya memang awet jeruk Banyuwangi. Tapi kalau untuk rasa, jeruk Banyuwangi masih kalah manis dengan jeruk Bali," ucapnya.

Samsul juga menambahkan, dari segi tampilan jeruk Banyuwangi memiliki dominasi kulit berwarna hijau. Selain itu tekstur kulit jeruk Banyuwangi juga lebih mulus.

"Kalau jeruk Bali cenderung bewarna kuning, tapi tekstur kulitnya tidak semulus jeruk Banyuwangi," paparnya.

Sementara harga jeruk Banyuwangi yang dijual Samsul di lapaknya cukup variatif, menyesuaikan ukuran jeruk. Untuk jeruk kategori A, yang berisi 6 sampai 7 buah dibanderol Rp 8 ribu per kilo.

Untuk kategori B yang berisi 8-9 buah seharga Rp 7 ribu per kilo. Sedangkan kategori C yang berisi 10 buah lebih harganya berkisar Rp 6 ribu per kilogramnya.

Meski begitu harga yang dijelaskan di atas masih bisa berubah jika kondisi jeruk yang datang kualitasnya istimewa. Begitupun saat kondisi kesegaran jeruk berkurang maka harganya juga akan ikut turun.

"Harga bisa berubah menyesuaikan kondisi di barangnya," pungkas Samsul.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

 

 

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top