jatimnow.com - Seorang perempuan harus menjadi penopang ekonomi keluarga, kuat, kreatif, dan menginspirasi sesama. Filosofi inilah yang selama bertahun-tahun dipegang teguh oleh Ir. Reny Widya Lestari, ST., IPU. Konsistensinya dalam menggerakkan wirausaha perempuan, bahkan di tengah tantangan global, kini membuahkan pengakuan internasional yang membanggakan.
Reny Widya Lestari baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN) Award 2025 di Kamboja. Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai apresiasi terhadap 100 pengusaha perempuan se-ASEAN yang dedikasinya nyata dalam pengembangan dunia wirausaha.
Reny, sapaan akrabnya, adalah Wakil Ketua Umum I DPD IWAPI Jatim. Pada 21 November 2025, ia menerima penghargaan bergengsi tersebut, menjadi salah satu dari 18 pengusaha perempuan Indonesia yang berkesempatan hadir berkat dukungan penuh dari IWAPI Pusat

Langkah Reny menuju panggung internasional berakar dari dedikasi panjangnya. Sejak 2012, ia aktif memimpin Iwapi Kota Surabaya hingga tahun 2023.
Tiba di masa pandemi pada 2021, ia mendirikan PT Gerai Lestari Kitchen, yang bergerak dalam food supply dan produksi makanan, bahkan menjadi pemasok makanan karantina Covid-19 bagi Pemkot Surabaya.
Dedikasi di bidang pangan inilah yang mengantarkannya meraih AWEN Award 2025. Reny diapresiasi atas perannya dalam pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis).
"Kami menerima penghargaan bersama 100 orang perempuan entrepreneur se-ASEAN. Saya masuk lewat pemberdayaan perempuan di dalam pengelolaan Dapur MBG," ujar Reny kepada jatimnow.com.
"Saya telah menggiatkan perempuan-perempuan untuk bisa berpartisipasi dalam program pemerintah ini, baik dari sisi supplier, maupun dari sisi pekerja dan pembukaan dapur-dapur di lokasi yang diinisiasi oleh IWAPI," sambungnya.

Komitmen Reny terhadap perempuan tercermin dalam data operasionalnya. Melalui yayasan yang ia kelola, kini terdapat 16 titik Dapur MBG yang beroperasi sebagai sumber penghasilan.
Saat ini, PT Graha Lestari Kitchen yang dipimpin Reny telah mensuplai kebutuhan di total 19 titik Dapur MBG. Dari total pekerja sebanyak 47 orang di setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), 50% pekerjanya adalah wanita, dan bahkan suplier yang memasok bahan baku didominasi oleh perempuan.
Baca juga:
IWAPI Jatim Siap Jadi Motor Penggerak Gizi Anak Lewat Kreasi MBG
Setelah menerima penghargaan, Reny bersama timnya bertekad untuk terus memperluas dampak positif, khususnya di sektor food supply.
"Ke depannya, kami akan meneruskan usaha dalam bidang food supply. Kami akan memberdayakan petani, peternak, kemudian nelayan, sehingga barang-barangnya itu bisa dipakai atau dikonsumsi oleh dapur-dapur MBG," ungkap Reny.
Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat bisnis, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara menyeluruh, menyuplai Dapur MBG di bawah pengelolaan PT-nya sendiri, dapur mitra, maupun dapur teman-teman IWAPI.
IWAPI sendiri membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan kualitas Dapur IWAPI tetap berada di Grade A.
Reny menutup kisahnya dengan pesan penuh semangat kepada para pengusaha wanita, khususnya di Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa perempuan memiliki modal penting yang membuatnya unggul dalam menghadapi tantangan ekonomi.
"Yang jelas, perempuan itu sudah lebih tahan banting. Kemudian dia lebih resilien atau dia lebih bisa adaptasi perubahan," tutur Reny.
Baca juga:
IWAPI Fashion Runway Ciptakan Ekosistem Wastra untuk Lawan Produk Impor

Ia juga mengajak seluruh wanita untuk bergerak dalam komunitas dan organisasi, menjadikannya penopang dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
"Para wanita itu harus support wanita, wanita dukung wanita," serunya. "Harapan saya, ibu-ibu di Jawa Timur ini bisa menjadikan usahanya sebagai salah satu penopang ekonomi keluarga, sehingga kehidupan keluarganya menjadi lebih baik," kata dia.
Bagi Reny, tantangan utama adalah bagaimana perempuan, termasuk para single mother, bisa tetap bertahan, kuat, kreatif, dan produktif dalam segala usia, dengan mengandalkan jaringan, kreativitas, dan silaturahim.
Kisah Reny Widya Lestari adalah bukti nyata bahwa seorang perempuan dapat menjadi penggerak ekonomi, penyelesai masalah sosial, dan inspirasi tak terbatas di kancah regional hingga ASEAN.