FK Unusa Edukasi Santri Al-Fithrah soal Kesehatan Paru dan PPOK

Rabu, 02 Sep 2026 18:56 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi penghuni pesantren. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Santri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya mendapat edukasi mengenai kesehatan paru dan cara mengenali gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sejak dini.

Program yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) itu juga membekali peserta dengan teknik pernapasan pursed lip breathing.

Kegiatan bertajuk “Program Santri Paru Sehat: Edukasi Kesehatan Paru, Deteksi Dini PPOK, dan Pemberdayaan Kader melalui Latihan Pursed Lip Breathing” berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, pada 23 Mei 2026.

Baca juga: Kuliah Kedokteran Sejak Usia 15 Tahun, Fani Kini Jadi Dokter

Sebanyak 50 santri dan santriwati mengikuti kegiatan bersama ustaz dan ustazah pengurus pesantren. Program melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FK Unusa.

Edukasi berfokus pada PPOK, yakni penyakit paru kronis yang dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah faktor risiko, antara lain paparan asap rokok dan polusi udara.

Pemahaman mengenai kesehatan paru dinilai penting diberikan sejak usia muda. Dengan mengenali faktor risiko dan gejala gangguan pernapasan lebih awal, seseorang diharapkan tidak menunda pemeriksaan ketika mulai mengalami keluhan.

Selain materi kesehatan, peserta mendapat pelatihan pursed lip breathing. Teknik tersebut dilakukan dengan menarik napas melalui hidung, kemudian mengembuskannya secara perlahan melalui bibir yang dikerucutkan.

Latihan pernapasan itu dapat membantu mengontrol pola napas dan memberikan efek relaksasi. Pada kondisi tertentu, teknik tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa sesak.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, booklet, dan video demonstrasi. Peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab dan praktik.

Sejumlah santri bahkan secara sukarela maju ke depan untuk mempraktikkan teknik pernapasan yang telah diajarkan.

Baca juga: Era AI, Rektor Unusa Ingatkan Dokter Tak Kehilangan Sentuhan Manusia

Ketua kegiatan, dr. Titin Sholihah Agustina, Sp.P, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya untuk santri dan santriwati, tetapi juga seluruh penghuni pesantren.

\

“Kegiatan ini tidak hanya menyasar santri/santriwati, tetapi seluruh penghuni ponpes. Dengan mengetahui gejala awal PPOK membuat kita lebih aware terhadap kesehatan diri sendiri,” kata Titin.

Menurut dia, latihan pernapasan yang diberikan juga memiliki manfaat di luar persoalan gangguan pernapasan.

“Teknik pernapasan yang dipraktikkan juga memberikan dampak baik, tidak hanya mengatasi masalah pernapasan, tetapi juga bisa menjadi teknik relaksasi yang membuat kita jauh lebih tenang ketika dihadapkan pada situasi yang dapat memicu panik,” ujarnya.

Efektivitas edukasi kemudian diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 82 sebelum penyuluhan menjadi 96 setelah kegiatan.

Baca juga: Dukung Pertumbuhan Santri, FK UNUSA Gelar Edukasi Gizi di Bangkalan

Kenaikan nilai itu menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan paru, PPOK, serta teknik pernapasan yang diajarkan.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis bagi penghuni pesantren. Pemeriksaan mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, tekanan darah, konsultasi kesehatan, terutama terkait keluhan sistem pernapasan, serta pemberian obat sesuai kebutuhan.

FK Unusa berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Para santri diharapkan dapat menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren, termasuk saling mengingatkan mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru dan mengenali gangguan pernapasan sejak dini.

Dengan begitu, kesadaran terhadap kesehatan paru dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler