Pixel Code jatimnow.com

BBPOM Surabaya Usut Keracunan MBG yang Menimpa Ratusan Santri di Sidoarjo

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Petugas BBPOM Surabaya melakukan peyelidikan di SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. (Foto: BBPOM Surabaya for jatimnow.com)
Petugas BBPOM Surabaya melakukan peyelidikan di SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. (Foto: BBPOM Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turun tangan menyelidiki kasus keracunan MBG yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Para santri diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Kepala BBPOM di Surabaya Yudi Noviandi mengatakan timnya telah turun langsung ke SPPG untuk mengumpulkan informasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.

“Kami turut sedih juga. Intinya, saat ini tim dari Balai Besar POM di Surabaya sedang turun ke SPPG. Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap,” kata Yudi, Rabu (02/9).

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab santri keracunan MBG. BBPOM masih mengumpulkan data sebelum menetapkan faktor yang memicu kejadian tersebut.

“Kita ingin menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” ujarnya.

Baca juga:
Ratusan Santri yang Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 3 Rumah Sakit

Yudi menegaskan penelusuran tidak hanya bertujuan mengetahui sumber persoalan, tetapi juga memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ke depan sudah tidak terjadi lagi,” kata dia.

Kasus keracunan itu terjadi setelah para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengonsumsi menu MBG. Salah seorang santri mengaku merasakan keanehan ketika menyantap makanan yang disajikan.

Baca juga:
Buntut Tragedi Siswa Keracunan, Dapur Gizi Karangsono Jember Rombak Fasilitas Demi Cabut Suspend BGN

Jumlah korban yang mencapai ratusan santri membuat penelusuran terhadap proses pengolahan, distribusi, hingga konsumsi makanan menjadi penting untuk mengungkap penyebab kejadian.

BBPOM Surabaya bersama dinas terkait di Sidoarjo kini melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan di SPPG Kalitengah. Hasil penelusuran diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keracunan MBG Sidoarjo sekaligus menjadi bahan evaluasi agar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG tetap terjaga.