Pixel Code jatimnow.com

Wanita di Jember Babak Belur Dihajar Kenalan Facebook, Motor dan Perhiasan Raib

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Sitti Sulaiha, seorang perempuan, ditemukan pingsan dengan kondisi babak belur di kawasan kebun pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember.
Sitti Sulaiha, seorang perempuan, ditemukan pingsan dengan kondisi babak belur di kawasan kebun pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

jatimnow.com - Sitti Sulaiha, seorang perempuan, ditemukan pingsan dengan kondisi babak belur di kawasan kebun pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember. Sepeda motor, handphone, serta perhiasan emas miliknya dilaporkan hilang setelah dia bertemu dengan seorang pria yang baru dikenalnya melalui Facebook.

Kepala Desa Plerean, Moh Ali Mukhlas, menceritakan bahwa korban awalnya bertemu dengan pria tersebut. Dalam pertemuan itu, korban diminta mengantarkan pria tersebut menggunakan sepeda motor miliknya.

Namun, saat tiba di kawasan kebun pinus yang sepi, korban diduga menjadi korban penganiayaan hingga akhirnya pingsan.

“Sekitar pukul 16.30 WIB sesampainya di pinusan (kebun pinus) Dusun Panggung Pinang Desa Plerean, yang tempatnya sepi korban ini diamuk dan lari hingga pingsan,” kata Mukhlas, Minggu (25/10/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam dan bibir pecah hingga mengeluarkan darah. Sementara itu, sepeda motor, handphone, serta perhiasan emas berupa gelang dan kalung miliknya dilaporkan hilang.

“Yang diambil (oleh teman prianya) sepeda motor, handphone, perhiasan emas gelang dan kalung,” lanjutnya.

Baca juga:
Komisi X DPR Desak Kepala Sekolah Rakyat Jember Bertanggung Jawab

Tidak berselang lama, warga menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Mereka kemudian menghubungi Kepala Desa Plerean untuk melaporkan kejadian tersebut.

Mukhlas menyebutkan, berdasarkan KTP, korban beralamat di Jalan PB Sudirman, Desa Patokan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban telah bercerai dengan suaminya dan kini tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Mukhlas menduga pria yang ditemui korban mengetahui kondisi wilayah tersebut, termasuk lokasi yang sepi. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan.

Baca juga:
Mahasiswa Unhan Ditarik, Siswa SR Jember Korban Kekerasan Kembali Sekolah

“Kalau tidak kenal, gak mungkin tahu jalan-jalan sini yang sepi. Gak mungkin kalau tahu jalan-jalan sepi,” jelasnya.

Hingga Minggu (25/10/2026), korban belum dapat dimintai keterangan karena masih belum sadarkan diri. Kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian dan sedang ditangani oleh pihak berwenang.