Pixel Code jatimnow.com

Jajanan Tempo Dulu Hadir di Peringatan Hari Santri UIN KHAS Jember

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Jajanan tempo dulu meramaikan peringatan Hari Santri Nasional di UIN KHAS Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Jajanan tempo dulu meramaikan peringatan Hari Santri Nasional di UIN KHAS Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jajanan tempo dulu turut meramaikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Kamis (22/10/2026). Kehadiran kuliner tradisional ini menjadi cara untuk mengingat kembali sejarah dan menjaga budaya agar tidak terlupakan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN KHAS Jember, Khoirul Faizin, menjelaskan bahwa jajanan tradisional tersebut dihadirkan untuk menghidupkan kembali ingatan tentang nilai-nilai masa lalu di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga merawat tradisi yang masih relevan dengan kehidupan saat ini.

“Sebetulnya itu bagian dari kenang-kenangan saja, mengingat kembali peringatan ini merupakan mengenang kembali peristiwa itu. Jadi hanya dicocokkan dengan itu, biar kita tidak lupa dengan sejarah, budaya, meskipun kita ada di hari ini,” ujarnya.

Faizin mengakui, sejumlah jajanan tradisional kini semakin sulit ditemukan, terutama di kota-kota besar. Meski masih mudah dijumpai di beberapa wilayah pedesaan, keberadaannya mulai terbatas di kawasan perkotaan.

Baca juga:
Warek UIN KHAS Jember: Hari Santri Adalah Momentum NKRI Harga Mati

“Memang jajanan seperti itu sekarang susah. Kalau di Jember bisa ditunjuk dengan satu dua tempat. Tapi di kota besar, kalau di kampung-kampung masih biasa. Bagaimana kalau bergeser sedikit ke kabupaten atau ibu kota provinsi,” jelasnya.

Melalui kehadiran kuliner tradisional tersebut, UIN KHAS Jember ingin mengajak masyarakat untuk tetap mengenali dan menghargai warisan budaya di tengah perubahan zaman.

Baca juga:
Buron 14 Tahun, Penganiayaan Siswa SR dan Mahasiswa UIN KHAS Jember

Faizin menegaskan, menjaga tradisi bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, nilai-nilai baik dari masa lalu tetap perlu dirawat sebagai bagian dari identitas budaya.

“Itu yang kita coba memunculkan ulang, jangan lupakan sejarah, jangan lupakan budaya, tradisionalitas kita. Bukan kita tidak mau bergerak ke depan. Tapi kita mengenang kembali nilai-nilai bagus yang penting untuk kita,” pungkasnya.