Pixel Code jatimnow.com

Jalan Sehat Bersarung Warnai Puncak HSN di Lamongan

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Puluhan ribu peserta mengikuti jalan sehat bersarung yang digelar PCNU Lamongan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Puluhan ribu peserta mengikuti jalan sehat bersarung yang digelar PCNU Lamongan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-alun Lamongan untuk mengikuti jalan sehat bersarung dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan.

Kegiatan berlangsung semarak dengan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Lamongan. Mereka mengenakan sarung untuk mengikuti jalan sehat sekaligus mempererat silaturahmi.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat membawa keberkahan bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan daerah.

“Terima kasih semuanya, dan hari ini kita bersyukur sekalian dalam rangka hari puncak peringatan Hari Santri tahun 2026 ini. Mudah-mudahan semuanya memberi berkah kepada kita dan terus menuju kejayaan Lamongan yang berkelanjutan. Bersama Santri Membangun Negeri menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yuhronur sebelum melepas rombongan peserta.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, KH Syahrul Munir atau Gus Syahrul, mengatakan jalan sehat bersarung menjadi puncak rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang telah berlangsung sejak September 2026.

Menurutnya, rangkaian peringatan HSN tahun ini juga diisi kegiatan sosial untuk membantu masyarakat.

Baca juga:
Daftar 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Pilihan FJN, Ada Tokoh Idola?

“Jalan sehat bersarung ini adalah puncak dari rangkaian Hari Santri Nasional yang sebelumnya kita awali sejak bulan September kemarin melalui Jelajah Santri hingga kegiatan bakti sosial pembagian bingkisan untuk masyarakat,” ungkap Gus Syahrul.

Dia menyebut antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga dari sejumlah kecamatan lain, seperti Babat hingga kawasan Pantura.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.

Baca juga:
Anggota DPR RI Nila Yani Salurkan Rombong untuk UMKM Fatayat NU Gresik

Selain menjadi ajang silaturahmi dan olahraga, kegiatan ini turut menampilkan sarung batik yang dikenakan pengurus NU dan jajaran pejabat. Sarung tersebut merupakan hasil desain kreatif kader Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU.

PCNU Lamongan berharap peringatan Hari Santri dapat terus memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Semangat tersebut juga berkaitan dengan sejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober serta peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.