Pixel Code jatimnow.com

Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Menurun Awal Tahun Ini

Editor : Bramanta  
Ilustrasi demam berdarah. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)
Ilustrasi demam berdarah. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kasus Demam Bedarah Dengue (DBD) di Tulungagung mengalami tren penurunan signifikan. Dibanding tahun lalu dengan periode yang sama, angka kasus cenderung terus turun. Faktor cuaca disebut sangat berpengaruh dalam penurunan kasus penyakit ini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan di tahun 2026 ini kasus DBD di Tulungagung menunjukan tren penurunan. Pada awal tahun ini, mereka mencatat sebanyak 190 kasus DBD.

"Kalau berdasarkan data kami, jika dibandingkan dengan tahun 2025 dalam periode yang sama, kasus DBD tahun 2026 cenderung alami tren penurunan," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Pada tahun 2025 kasus DBD memang cukup tinggi. Pada periode Januari hingga Mei 2025 tercatat ada sebanyak 928 kasus suspek DBD. Dengan rincian bulan Januari tercatat ada 369 kasus, Februari 229 kasus, Maret 125 kasus, April 109 kasus serta Mei 96 kasus. Sedangkan pada periode yang sama dalam tahun 2026 kasus DBD mengalami penurunan. Apabila ditotal hanya ada 190 kasus DBD.

"Data kasus DBD pada bulan Januari ada 60 kasus, Februari ada 31 kasus, Maret ada 45 kasus, April ada 28 kasus dan Mei ada 26 kasus," jelasnya.

Baca juga:
Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Dinkes Tulungagung juga tidak menemukan laporan pasien DBD meninggal dunia tahun ini. Pada tahun lalu terdapat 4 pasien DBD yang meninggal.

"Tahun 2025 ada sebanyak empat orang yang meninggal akibat DBD. Tahun 2026 kami tidak menemukan kasus kematian," ungkapnya.

Baca juga:
Terbukti Korupsi, Kepala Desa dan Bendahara Divonis Hukuman 3 Tahun Penjara

Menurut Aris, penurunan kasus DBD di Tulungagung salah satunya disebabkan faktor cuaca. Pada musim hujan nyamuk lebih produktif melakukan kembang biak dibandingkan saat kemarau.

"Penyakit DBD ini unik, karena ada siklus tahunan. Tapi kenaikan kasus DBD dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca," pungkasnya.