Pixel Code jatimnow.com

Genjot Ekonomi Pascapandemi, Pemkot Pasuruan Gelar UMKM Carnival

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Moch Rois
Mas Adi saat meninjau stand UMKM dalam gelaran UMKM Carnival. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan/jatimnow.com)
Mas Adi saat meninjau stand UMKM dalam gelaran UMKM Carnival. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan/jatimnow.com)

Pasuruan - Pemkot Pasuruan menggelar UMKM Carnival, bazar produk UMKM Pasuruan yang digelar pertama kalinya pasca-turunnya kasus Covid-19. Acara dihelat di GOR Untung Suropati dan dibuka langsung Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Gelaran bazar, menurut Mas Adi, diharapkan dapat mengembangkan kualitas pelaku industri kreatif, khususnya di Kota Pasuruan. Agenda ini menyatukan semua elemen industri kreatif dibantu dukungan pemerintah, asosiasi, akademis, industri kecil dan pengrajin.

Mas Adi juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang tumbuh dari inisiatif masyarakat dan bersinergi dengan Pemkot Pasuruan.

"Dua tahun lebih boleh dikatakan kita absen pada momentum momentum bazar seperti kali ini maka kesempatan UMKM Carnival ini menjadi salah satu kegiatan yang boleh dikatakan kegiatan pertama pascamenurunnya pandemi Covid-19 di Kota Pasuruan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/7/2022).

Pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara tertib, jaga situasi serta kondisi. Ia pun terus mengajak masyarakat agar niatan baik untuk menggerakkan sektor ekonomi terus dijaga bersama-sama.

Baca juga:
Patung Macan Putih Viral, UMKM di Balongjeruk Kediri Raup Omzet Jutaan per Hari

Menurut Mas Adi, UMKM Carnival menjadi salah satu momentum untuk menggerakkan kembali sektor ekonomi dengan melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif, yakni beradaptasi dengan era digitalisasi agar semakin tumbuh baik.

"UMKM juga adaptif terhadap perubahan-perubahan pasar dengan melakukan inovasi-inovasi sesuai dengan ekspektasi pasar hari ini karena konsumen kita juga semakin cerdas," katanya.

Mas Adi mengharapkan perkumpulan pengusaha UMKM bisa ikut serta mengedukasi dan mendampingi pelaku UMKM yang belum terdaftar agar mempunyai NIB (Nomor Induk berusaha) dan PIRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) dan melakukan sharing pasar.

Baca juga:
Nestapa Pelaku UMKM Lamongan, Terlanjur Investasi tapi Serapan SPPG Minim

Tidak hanya itu, Mas Adi pun mengajak UMKM di Kota Pasuruan bergandengan tangan, saling mendukung dan saling mensupport untuk pertumbuhan ekonomi di kota Pasuruan. Sehingga masyarakat bangkit kembali, dan bangkit rasa optimismenya untuk membangun ekonomi.

"UMKM Carnival merupakan salah satu kesempatan untuk kita reborn untuk bangkit kembali, sektor UMKM kita menggairahkan kembali, dan sektor UMKM kita mengadakan kembali pasar kita sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini nanti bisa difollow up dan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang lebih baik lagi, untuk mensiarkan produk-produk khas kota Pasuruan," tandasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam