jatimnow alexametrics

Inovasi Baru UMKM Bawean Gresik Ciptakan Gula Aren Bubuk

Editor : Arina Pramudita Reporter : Sahlul Fahmi
Produk gula aren serbuk asal Pulau Bawean Gresik. (Foto: istimewa)
Produk gula aren serbuk asal Pulau Bawean Gresik. (Foto: istimewa)

jatimnow.com - Produk gula aren Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa timur, kini hadir dengan bentuk bubuk yang dikemas secara modern.

Bentuk ini menjadi inovasi dari sebelumnya yang hanya disajikan dalam bentuk batangan dengan kemasan tradisional berbungkus daun pisang.

Inovasi ini berdampak positif di mana produk gula aren asal Pulau Bawean lebih bisa diterima pasar modern. Tak heran jika belum lama ini produk UMKM asal Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu ditampilkan di acara pameran produk di salah satu mall ternama di Kota Gresik.

Menurut Maliyah, produsen gula aren bubuk Pulau Bawean, ide membuat inovasi ini bertujuan agar produknya lebih praktis untuk dipasarkan ke luar Pulau Bawean seperti Kota Gresik hingga daerah lain di Indonesia.

“Di Bawean ini memang banyak produk gula aren. Karena itu saya berpikir bagaimana penjualan gula aren ini bisa lebih berkembang. Dari situ timbul gagasan membuat gula aren bubuk,” kata Maliyah, Minggu (10/10/2021).

Tak hanya soal bentuk dan kemasan, Maliyah juga membuat inovasi pada rasa gula aren bubuk yang dibuatnya. Selain rasa original, perempuan asal Dusun Balikbak Hilir itu juga menciptakan gula aren rasa jahe.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

“Saya membuat dua varian rasa yakni rasa original dan rasa jahe. Ini saya lakukan untuk memberikan pilihan selera bagi penikmat,” ucap ibu yang telah memiliki 5 anak ini.

Maliyah menambahkan inovasi rasa jahe sengaja dibuat karena semenjak pandemi minat masyarakat untuk mengonsumsi minuman berbahan empon-empon seperti jahe meningkat.

“Menurut ahli kesehatan, mengonsumsi minuman empon-empon katanya bisa meningkatkan imunitas tubuh. Karena itu saya coba mengembangkan gula aren bubuk rasa jahe,” ujar Maliyah.

Soal kemasan, Maliyah menyediakan pilihan mulai kemasan 2 ons, 5 ons hingga 1 kilogram. Sementara untuk pemasaran produk, Maliyah menjualnya secara online maupun offline. Kini usaha yang telah dirintis sejak tahun 2020 ini mulai menunjukkan hasil menggembirakan.

“Alhamdulillah, setiap hari selalu ada pelanggan yang membeli, baik secara online maupun offline,” ungkapnya.

Sementara Kasi Ekonomi Kecamatan Sangkapura Kemas Saiful Rizal, merasa bangga melihat produk UMKM daerahnya kian berkembang. Karena itu ia akan terus memberikan motivasi dan memberikan dukungan bagi pelaku UMKM di Pulau Bawean.

“Kami hadir mambantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bawean. Karena itu kami akan terus memberikan pendampingan, sosialisasi, edukasi hingga manajemen dan pemasaran,” ucap Saiful Rizal.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif