jatimnow alexametrics

Pandemi Covid-19

Pedagang PIOS Tetap Jaga Etika Bisnis dengan Petani dan Pelanggan

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Sahlul Fahmi
Pedagang PIOS Tetap Jaga Etika Bisnis dengan Petani dan Pelanggan

jatimnow.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 8 bulan terakhir sempat mengganggu segala sektor perekonomian masyarakat. Tak terkecuali para pedagang di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS).

Meski begitu, hal tersebut tidak membuat surut semangat para pedagang PIOS untuk tetap bertahan dan setia melayani para pelanggan yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada mereka.

"Kalau soal terimbas karena pandemi itu dimana-mana. Bukan kita saja, tapi di pasar lain juga sama, termasuk pasar induk di Jakarta," kata salah satu pedagang bawang putih PIOS, Soni, Kamis (17/12/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ruli. Pedagang kentang di PIOS yang lapaknya terletak di Blok G itu mengatakan jika Pandemi Covid-19 telah membuat penghasilannya mengalami penurunan. Meski begitu demi pelanggan dirinya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik.

"Bagi saya berdagang itu tidak hanya sekedar untung rugi. Akan tetapi bisa melayani pelanggan dengan baik adalah sebuah kepuasan tersendiri," kata Ruli.

Selain prinsip tersebut, Ruli juga ingin menjaga komitmen kerjasamanya dengan para petani kentang di kawasan Tengger yang selama ini telah menjadi rekan bisnisnya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Ya selama ini meski tidak secara tertulis, tapi umumnya pedagang sudah ada ikatan atau lebih tepatnya saling berkomitmen untuk kerjasama bisnis dengan petani. Jadi pasar ramai atau sepi pedagang harus siap menampung kiriman dari petani," terang dia.

Pedagang asal Suramadu tersebut menambahkan jika dirinya ingin menjaga etika bisnis dengan petani.

"Bagi saya petani adalah rekan kerja. Saya tidak mau saat pasar ramai kita minta minta ke petani, tapi saat pasar sepi kita menolak kiriman petani. Itu gak fair namanya. Saya tetap berusaha menerima pengiriman dari petani karena mereka sudah panen," ujar Ruli.

Ia melanjutkan jika untuk menyiasati agar dagangannya tetap terjual adalah mengembangkan jaringannya kepada pedagang dari pasar-pasar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Bangkalan.

"Memang sejak pandemi, pembeli kelas partai berkurang. Tapi dengan bertambahnya pelanggan baru meski tidak membeli secara partai namun setidaknya dengan bertambahnya pelanggan baru akan membuat stok kita terjual dengan lancar," tandas Ruli.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

 

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE