Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin dan Istrinya Jadi Magnet Anggota Fatayat NU Surabaya

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan Ny Lita Machfud Arifin, istrinya menjadi magnet bagi anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya. Keduanya jadi rebutan foto bersama.

Cak Machfud Arifin dan Ning Lita dengan sabar melayani puluhan anggota Fatayat NU yang minta berfoto bersama usai acara silaturahmi Cawali Machfud Arifin dan Fatayat NU Surabaya di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (5/7/2020).

Dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, para anggota Fatayat NU rela menunggu Cak Machfud Arifin dan Ning Lita turun dari panggung usai bersalawat nariyah bersama dipimpin Nyai Hj Ulayah.

"Pak Machfud dan Ibu Lita, minta foto bareng dong pak. Saya doakan jadi walikota dan sukses membawa perubahan untuk Surabaya ya," celetuk wanita yang berada di tengah kerumunan massa yang ingin berswa foto.

Nani Fadhila salah satu anggota Fatayat NU Cabang Kenjeran yang turut berswa foto dengan Machfud Arifin dan Ny Lita mengaku ingin berfoto karena kagum dengan sosok mantan Kapolda Jatim itu.

"Kagum dengan profil dengan Pak Machfud Arifin. Harapan kami jika beliau menjadi walikota, Surabaya lebih baik lagi dan khusunya peduli dengan pengajian, guru ngaji di TPQ di kampung dan ibu-ibu pengajian," ujar perempuan asal Kedinding Lor itu.

Salah satu anggota Fatayat NU Surabaya saat meminta foto bersama Cawali Machfud Arifin dan Ny Lita, istrinyaSalah satu anggota Fatayat NU Surabaya saat meminta foto bersama Cawali Machfud Arifin dan Ny Lita, istrinya

"Selain itu kami juga ingin walikota yang mampu menjadikan perkampungan lebih hijau dan indah. Jadi hijau itu tidak hanya di kota, tapi juga di kampung-kampung," tambahnya.

Machfud Arifin mengaku bersyukur memiliki istri Ny Lita. Karena sangat setia mulai dirinya menjadi polisi yang belum berpangkat hingga telah jadi kapolda di tiga provinsi.

"InsyaAllah kami sudah mengarungi rumah tangga selama 30 tahun. Ini istri yang sangat setia mendampingi mulai dari polisi yang belum berpangkat hingga purna tugas menjadi Kapolda Jatim," tutur Machfud Arifin.

Dalam acara tersebut, Machfud Arifin menyapa dan memaparkan kondisi kota terbesar nomor dua Indonesia, yaitu Surabaya. Menurutnya, Kota Pahlawan ini masih banyak yang perlu dibenahi.

"Masih banyak kekumuhan. Masih ada yang masak di atas kuburan. Ini yang menjadi PR kita. Mari kita doa bersama dan tahun mendatang bisa membangun kota tercinta, kota kelahiran ini menjadi lebih bagus lagi," jelas arek asli Ketintang, Surabaya ini.

Machfud Arifin adalah sosok yang akan selalu terusik bila melihat situasi yang tak pantas. Contohnya ketika pertama kali Salat Jumat saat menginjakkan kakinya sebagai Kapolda Jatim. Dia terusik melihat orang beribadah Salat Jumat di atas terpal di jalan pada di bawah terik matahari.

Setelah meninjau beberapa lahan kosong di komplek Mapolda Jatim, akhirnya ditemukan dan dibangunlah masjid yang megah nan indah. Masjid itu pun menjadi masjid termegah di jajaran kepolisian seluruh Indonesia.

"Surabaya tidak sekedar taman yang bagus, tapi warganya harus makmur. Ke depan harus sama-sama, juga bersama Fatayat, mengubah Kota Surabaya menjadi maju kotane, makmur wargane," tambah Machfud Arifin.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top