jatimnow alexametrics

Lumbung Pangan Jatim Diusulkan Jadi Badan Usaha

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Jajeli Rois
Lumbung Pangan Jatim dioperasikan di JX International (Jatim Expo), Jalan Ahmad Yani, Surabaya
Lumbung Pangan Jatim dioperasikan di JX International (Jatim Expo), Jalan Ahmad Yani, Surabaya

jatimnow.com - Kehadiran Lumbung Pangan Jatim di tengah pandemi Covid-19 dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo Bambang DH berharap lumbung pangan tidak hanya beroperasi saat Pandemi covid-19 saja.

"Kalau bisa jangan hanya saat pandemi saja program Lumbung Pangan Jatim ini digelar," ujar Bambang DH, Rabu (10/6/2020).

Bambang mengatakan, Lumbung Pangan dibutuhkan di Jatim untuk mengontrol stabilitas harga pangan dan akan mendatangkan multiplayer positif bagi masyarakat. Bisa saja Lumbung Pangan ini dibentuk menjadi BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Kalau bisa program ini harus sustain (menopang), malah kalau bisa menjadi suatu lembaga entah bentuknya BUMD atau seperti apa agar kemanfaatan untuk masyarakat dalam mengakses pangan murah dan berlimpah bisa terjaga," terangnya.

Bambang DH yang pernah menjabat wali kota Surabaya dua periode ini mengaku merasakan kemudahan dari Lumbung Pangan Jatim. Selama Pandemi Covid-19, berulang kali ia melakukan pemesangan paket sembako untuk dibagikan ke masyarakat yang belum mendapatkan intervensi dari pemerintah.

"Kami total membeli paket sembako hingga 2.000-an pak. Dan itu kami distribusikan ke banyak wilayah di Kota Surabaya dan juga Kabupaten Sidoarjo. Dari Lumbung Pangan ini sangat membantu karena ketersediaan komoditas terjamin," paparnya.

Dia menyebut bahwa selama ini kerap terjadi fluktuasi harga pangan. Seperti kenaikan harga gula, kenaikan harga telur, menurunnya harga daging ayam ataupun kenaikan harga komoditas yang lain.

Bambang yang juga pernah menjadi calon gubernur pada Pilgub Jatim 2013 ini menambahkan, adanya fluktuasi harga komoditas pangan tersebut harus diatasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan penyediaan lumbung pangan. Sebab menurutnya pengaruh lumbung pangan ini besar.

Pertama, bisa sebagai pengendali harga komoditas bahan pokok. Sehingga spekulan yang berupaya menaikturunkan harga bisa dicegah. Dan dengan harga yang stabil lumbung pangan jatim akan turut membuat yang lain akan menyesuaikan. Sehingga harga pangan di pasar akan terkontrol.

Kedua, selain masyarakat yang mendapatkan manfaat dengan keberadaan Lumbung Pangan Jatim ini juga adalah mereka petani dan juga peternak.

Ada komoditas beras, telur ayam dan daging ayam yang disuplai di Lumbung Pangan Jatim diserap langsung oleh pemerintah. Sehingga mereka tidak lagi khawatir saat panen harga anjok dan tidak khawatir untuk mencari tempat yang bisa menyerap.

"Program ini harus sustain. Karena mestinya Lumbung Pangan menjadi penyangga petani di Jatim. Petani dipompa untuk terus tingkatkan produksi harus diimbangi dengan perlindungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga supaya tidak fluktuatif," tutur politisi senior PDIP ini.

Lumbung Pangan Jatim adalah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang beroperasi sejak 21 April 2020 hingga 21 Juli 2020.

Lumbung Pangan Jatim menjual 15 jenis komoditas pangan dengan harga murah di bawah harga pasar. Pembelian bisa dilakukan dengan cara online lewat website dan WhatsApp (WA) bayar di tempat dengan fasilitas gratis ongkir di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Sejak beroperasi dan hingga 9 Juni 2020, transaksi di Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp 5,6 miliar.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif