Vegetasi Mudah Terbakar dan Tebing Curam Membuat Kebakaran Gunung Bromo Meluas

Rabu, 05 Agu 2026 21:03 WIB
Reporter :
Avirista Midaada
Kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Luasan area kebakaran lahan kawasan Gunung Bromo kian meluas. Pada hari ketiga luasan titik api bahkan sudah mencapai 70 hektar, dengan dua kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo yang menjadi titik api pertama terlihat serta Kabupaten Malang.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkapkan, prakiraan di hari ketiga kebakaran sudah mencapai 70 hektar. Dari cakupan luas tersebut, bahkan sudah mencapai Kabupaten Malang dengan radius lebih dari 800 meter.

"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini 70 hektar, itu secara keseluruhan, wilayah Kabupaten Malang dan Probolinggo. Itu sudah mencapai area lebih dari 800 meter ke arah Malang," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: BNPB Terjunkan Dua Helikopter Untuk Bantu Pemadaman Api di Gunung Bromo

Namun untuk cakupan wilayah pastinya masih akan dihitung oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) setelah selesai seluruh pemadaman.

Meski demikian, di wilayah Malang sendiri titik api sudah terlihat di kawasan Desa Ngadas, yang masuk Blok Jemplang. Tim gabungan dari darat kini berfokus untuk mencegah kebakaran meluas, dengan melakukan pembasahan atau pemadaman di sekitar jalanan Blok Jemplang hingga ke Ranupani.

"Kalau dari bawah itu kan perbatasan Probolinggo sama Malang itu Watugede. Ini (kebakarannya) sudah ke arah Jemplang. Jadi, posisinya teman-teman sekarang ini, gabungan itu ada di posisi sepanjang jalur Jemplang ke arah Ranupani. Jadi, pembasahan di situ, teman-teman," jelasnya.

Baca juga: Kecam Ucapan Londo Ireng, Jurnalis Malang Raya Gelar Aksi Jalan Mundur

Pemadaman berlangsung sulit, dikarenakan area yang terbakar berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan nyaris mencapai 80 - 90 derajat. Apalagi vegetasi lahan didominasi tanaman yang mudah terbakar, seperti cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Proses pemadaman melibatkan tim gabungan, termasuk bantuan mobil tangki dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dan BPBD Jawa Timur.

\

"Pembasahan di pinggir tebing itu supaya tidak ada lompatan ke sebelah, ke arah yang ke Malang. Kalau yang di bawah, yang di tebing itu memang kita tidak bisa karena curam," tuturnya.

Pihaknya pun sudah meminta bantuan tambahan personel dan sarana prasarana ke BPBD Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan pemadaman api melalui jalur udara atau water boombing helikopter.

Baca juga: Mobil Dilarang Lewat Bendungan Lahor Malang Mulai 1 Agustus

"Kami memang meminta bantuan agar pemadaman lewat jalur udara juga, karena tim gabungan melalui jalur darat kesulitan menjangkau titik api," terangnya.

Hal ini juga berkaca kebakaran lahan di Gunung Bromo pada 2023 lalu yang menghanguskan 500 hektar lahan, dimana proses pemadaman api akhirnya menggunakan jalur udara dengan helikopter.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Malang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler