Pixel Code jatimnow.com

Jalur Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka, Pendaki Dilarang Buat Api Unggun

Editor : Bramanta   Reporter : Avirista Midaada
Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang sebelumnya (Foto: BPBD Pasuruan for jatimnow.com)
Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang sebelumnya (Foto: BPBD Pasuruan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengelola membuka aktivitas pendakian di Gunung Arjuno-Welirang pasca kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama satu bulan terakhir. Pembukaan aktivitas pendakian ini dilakukan setelah pengelola dari UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Dinas Kehutanan Jawa Timur melakukan analisis dan evaluasi.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengungkapkan, pembukaan aktivitas pendakian disebutnya seiring penanganan kebakaran yang selesai. Sesuai analisis dari sejumlah stakeholder, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, aktivitas pendakian bisa dibuka kembali.

"Hasil monitoring lapangan pasca kejadian kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang, maka aktifitas pendakian Arjuno Welirang resmi dibuka kembali pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026," ujarnya, Kamis (24/9/2026), di Kantor UPT Tahura Raden Soerjo, Kota Malang.

Meski sudah dibuka aktivitas pendakian, pengelola mengeluarkan beberapa aturan yang lebih ketat demi menghindari karhutla kembali. Keputusan itu juga sudah disampaikan melalui surat edaran bernomor 500.4.6.10/1690/123.7.2/2026, yang dikeluarkan pada 22 September 2026. Salah satu yang jadi perhatian dan penegasan yakni larangan pembuatan perapian atau api unggun di dalam kawasan Tahura Raden Soerjo, bagi pendaki maupun masyarakat.

"Pendaki wajib mempersiapkan diri dengan membaca dan mengikuti ketentuan SOP (Standar Operasional Prosedur). Kalau dalam SOP kami tidak memperkenankan membuat api unggun," tuturnya.

Pihaknya juga meminta, agar pendaki segera melaporkan ke petugas bilamana menemukan titik potensi api, supaya titik panas yang terdeteksi bisa segera ditangani oleh petugas gabungan. Sebagai konsekuensi berikutnya, aktivitas pendakian akan ditutup jika terjadi kondisi darurat seperti karhutla atau cuaca ekstrem.

"Bila terjadi cuaca ekstrem dan kondisi darurat, pendakian bisa ditutup sewaktu-waktu. Untuk pemesanan tiket melalui aplikasi SIPENERANG dan Tiket Pendakian, dapat diakses mulai tanggal 23 September 2026," ungkapnya.

Baca juga:
Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Laga Derby Jatim Arema FC vs Persik

Pihaknya juga sudah mengelola penjadwalan pendakian, difokuskan kepada pendaki yang sudah mendaftarkan diri tapi gagal naik karena pendakian ditutup. Sejauh ini kata Tyas, kurang lebih ada 3.700 pendaki yang terdampak penutupan pendakian di Gunung Arjuno Welirang selama kurang lebih satu bulan ditutup, atau sejak 19 Agustus 2026 ditutup.

"Minggu awal, booking tiket diutamakan bagi pendaki yang telah melakukan penjadwalan ulang atau reschedule pendakian. Total kurang lebih 3.700 pendaki yang terdampak penutupan," ucapnya.

Dirinya juga meminta pendaki menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kelestarian kawasan, serta tidak menimbulkan titik api baru mengantisipasi kembalinya kebakaran hutan dan lahan sebelumnya

"Tetap mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran kembali," tandasnya.

Baca juga:
Target Lolos ke Super League, Raffi Ahmad Suntikan Dana ke RANS Nusantara FC

Sebagai informasi, tiga titik api sebelumnya muncul di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di atas pondokan dan sekitarnya Limbah Kidang, yang masuk Desa Pencalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa malam 18 Agustus 2026. Titik api tersebut kemudian meluas dan membakar kawasan lain.

Keringnya area, hembusan angin kencang, dan minimnya ketersediaan air, membuat upaya pemadaman api terkendala. Tim gabungan dikerahkan dari darat melalui sejumlah wilayah dan udara dengan helikopter waterboombing.

Penanganan api sendiri baru berjalan maksimal seiring pemadaman dari udara dengan menyiramkan air dari helikopter. Pengambilan air dari Cangar, Kota Batu, dan Kaliandra Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan, difokuskan pada titik-titik api muncul di Lembah Lengkehan, Lembah Kidang, hingga Gunung Kembar.