Pixel Code jatimnow.com

Duka Korban Ledakan PT SPS Lamongan Terus Mengalir, Rekan Kerja Kirim Doa

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Doa bersama karyawan PT SPS untuk rekan korban ledakan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Doa bersama karyawan PT SPS untuk rekan korban ledakan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Insiden ledakan di PT Superior Prima Sukses (SPS) Lamongan meninggalkan duka mendalam. Selain keluarga, rekan sesama pekerja juga menunjukkan simpati dan kepedulian terhadap para korban.

Sebagai bentuk solidaritas dan belasungkawa, seluruh karyawan PT SPS di lima cabang, yakni Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara, menggelar doa bersama.

SPI HRD GA PT SPS, Wijaya, menyampaikan bahwa doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas seluruh keluarga besar perusahaan yang turut merasakan duka atas musibah tersebut.

“Harapan kita dengan doa bersama ini menjadi penguat bagi kita maupun bagi keluarga korban. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi kekuatan, korban yang berpulang diterima di sisi Allah SWT, dan korban yang masih menjalani perawatan diberi kesembuhan sehingga bisa bergabung lagi dengan kami,” ujar Wijaya.

Di sisi lain, Arif berharap rekan kerja yang meninggal dunia diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Dia juga mendoakan rekan-rekan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit agar segera diberi kesembuhan.

Baca juga:
Kerugian Kebakaran Pabrik Pengolahan Kayu di Lamongan Ditaksir Rp10 Miliar

Arif menjelaskan, saat ini perusahaan masih fokus melakukan pendampingan terhadap para korban dan keluarga korban.

“Sejauh yang saya tahu dan informasi dari rekan kerja saya juga, dari pihak perusahaan sangat mendukung terkait dengan kesembuhan melalui perawatan intensif dan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban,” ungkap Arif.

Baca juga:
Pabrik Pengolahan Kayu di Lamongan Terbakar, Pekerja Berhamburan

Sebagai rekan kerja, Arif berharap keselamatan kerja selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan.

Seperti diketahui, insiden ledakan terjadi di PT SPS Lamongan pada Kamis (17/9/2026). Sebanyak tujuh pekerja menjadi korban. Lima di antaranya dikabarkan meninggal dunia.