jatimnow.com – Nasib tragis menimpa Jumaiya (76), seorang nenek asal Dusun Libilyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam kurang lebih 25 meter di desa setempat.
Setelah melewati proses yang menegangkan, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengangkat jenazah korban dari dasar sumur pada pukul 14.15 WIB.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim rescue dari Pos SAR Sumenep langsung melakukan assessment (penilaian) untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman dan efektif.
Baca juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan
Mengingat kedalaman sumur yang ekstrem, tim memutuskan untuk menggunakan peralatan vertical rescue.
“Satu orang rescuer (penyelamat) dari Pos SAR Sumenep diturunkan ke dalam sumur dengan teknik lowering untuk menjangkau tubuh korban secara langsung di dasar sumur,” ujar Nanang.
Setelah rescuer berhasil mengikat tubuh korban dengan aman, jenazah sang nenek kemudian ditarik ke permukaan menggunakan teknik lifting secara perlahan dan bertahap. Nanang menegaskan, seluruh proses ini dilakukan dengan pengamanan ekstra pada sistem tali dan anchor (jangkar) guna menjamin keselamatan personel yang bertugas di medan vertikal tersebut.
Baca juga: Pencarian Balita Tenggelam di Kalidawir Sidoarjo Terkendala Eceng Gondok
Proses evakuasi jenazah Jumaiya bukanlah perkara mudah. Komandan Tim Rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, membeberkan sejumlah kendala teknis dan risiko tinggi yang harus dihadapi petugas di lapangan.
Kendala pertama adalah diameter sumur yang relatif sangat sempit, sehingga membatasi ruang gerak rescuer saat bermanuver di kedalaman puluhan meter. Kendala kedua dan yang paling mematikan adalah potensi adanya gas beracun yang mengendap di dasar sumur.
“Potensi gas beracun di dalam sumur menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, rescuer yang turun diwajibkan memakai peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau tabung oksigen pernapasan mandiri sebagai langkah antisipasi risiko fatal,” ungkap Imam.
Baca juga: Pos Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan Asal Situbondo yang Ditemukan Terapung
Selain tantangan alam, tim di lapangan juga harus menghadapi kendala sosial. Area di sekitar bibir sumur tidak sepenuhnya steril karena membeludaknya warga sekitar yang antusias ingin menyaksikan proses evakuasi secara langsung. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas dan ruang gerak tim SAR gabungan.
Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, jenazah Jumaiya langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar segera dimakamkan.