jatimnow.com - Akses layanan kesehatan yang terbatas membuat banyak ibu di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, masih menghadapi persoalan mendasar dalam pemberian ASI dan nutrisi anak.
Melihat kondisi tersebut, Mom Uung bersama tim medis dan Universitas Airlangga turun langsung membawa program edukasi dan pendampingan untuk mencegah stunting sejak dini.
Program bertajuk #BersamaMomUung yang digelar pada 23 April 2026 tersebut menyasar ibu menyusui dengan pendekatan praktis. Tak hanya penyuluhan, peserta mendapat pemeriksaan kesehatan hingga simulasi langsung teknik menyusui dan pemberian MPASI.
Dampaknya terasa bagi warga. Banyak ibu yang sebelumnya mengandalkan informasi turun-temurun kini mulai memahami pola nutrisi yang tepat.
Di wilayah tersebut, pemberian air tajin, air mineral, hingga pisang halus pada bayi di bawah enam bulan masih kerap dilakukan karena dianggap cukup memenuhi gizi.
Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky, mengatakan kehadiran langsung menjadi cara untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.
“Kami tidak ingin hanya hadir lewat produk. Kami datang, berdialog, dan mencari tahu solusi yang benar-benar dibutuhkan para ibu. Yang mereka perlukan bukan sekadar barang, tetapi juga pendampingan dan pemahaman,” ujarnya.
Tim dokter menemukan persoalan yang lebih serius. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar anak di Kangean mengalami stunting akibat pola makan yang belum sesuai kebutuhan usia.
Baca juga:
Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui
Dokter anak, Ian Suryadi Suteja, mengungkapkan temuan tersebut menjadi alarm bagi orang tua. “Pemeriksaan menunjukkan banyak anak mengalami stunting. Orang tua perlu memahami tanda bayi menyusu dengan benar dan rutin memantau berat badan. Dengan pemahaman nutrisi yang baik, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal,” katanya.
Seorang ibu bersama anaknya berfoto dengan Mom Uung usai mengikuti kegiatan edukasi dan pendampingan menyusui di Pulau Kangean, Sumenep. (Foto: Mom Uung for jatimnow.com)
Keterbatasan tenaga medis juga menjadi tantangan. Warga mengaku jarang mendapat akses pemeriksaan langsung. Salah satu ibu, Ira, merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Saya lega ada dokter yang datang langsung. Biasanya hanya sebulan sekali dan tidak lama. Sekarang saya tahu kondisi anak saya dan langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki nutrisinya,” ujarnya.
Baca juga:
Lewat Buku Sang Bayi, Mom Uung dan dr Tiwi Bedah Panduan Menyusui
Selain pemeriksaan, edukasi juga menyasar faktor psikologis ibu. Ikhsanuddin Qoth’i menjelaskan kondisi emosional berpengaruh besar terhadap produksi ASI.
“Ketika ibu merasa tenang, didukung, dan cukup istirahat, produksi ASI akan lebih optimal. Jadi bukan hanya teknik menyusui, tetapi juga kondisi mental yang perlu dijaga,” jelasnya.
Pendampingan dilakukan hingga praktik langsung, mulai dari teknik pelekatan, direct breastfeeding, hingga penggunaan pompa ASI. Dengan cara tersebut, ibu diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dalam keseharian.
Langkah yang dilakukan Mom Uung membuka peluang perubahan di wilayah dengan akses terbatas. Program tersebut diharapkan tidak berhenti di Kangean, melainkan menjangkau lebih banyak daerah, agar ibu tidak lagi menghadapi proses menyusui sendirian dan anak mendapat asupan gizi yang layak sejak awal kehidupan.
URL : https://jatimnow.com/baca-84158-gerakan-mom-uung-sentuh-ibu-menyusui-di-pulau-kangean