Pixel Code jatimnow.com

Simulasi Gempa, Tim Urban SAR Surabaya Latih Evakuasi Korban dari Reruntuhan

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Simulasi penyelamatan korban dari reruntuhan. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Simulasi penyelamatan korban dari reruntuhan. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,5 dilaporkan mengguncang wilayah Ujung Galuh dan memicu kerusakan parah. Tim Urban Search and Rescue (Urban SAR) NAP-114 dari Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari balik reruntuhan beton.

Namun, masyarakat tidak perlu panik. Peristiwa menegangkan tersebut bukanlah kejadian nyata, melainkan skenario simulasi penanganan darurat bencana yang digelar secara intensif mulai 23 hingga 24 Juli 2026.

Kegiatan simulasi ini merupakan puncak dari rangkaian diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang diselenggarakan Kantor SAR Kelas A Surabaya sejak Senin (20/7/2026). Tujuannya adalah untuk mematangkan kesiapsiagaan personel menghadapi bencana perkotaan yang melibatkan bangunan runtuh.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, yang memantau jalannya kegiatan menjelaskan bahwa diseminasi NAP ini adalah langkah strategis instansinya.

"Ini merupakan langkah untuk meningkatkan keterampilan setiap personel. Kami ingin memastikan setiap usaha penyelamatan bisa mencapai hasil yang maksimal dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel itu sendiri," kata Yudhi.

Penerapan NAP dalam simulasi ini secara ketat mengacu pada metodologi INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group). Melalui standar kapabilitas kelas dunia ini, seluruh komponen operasi di Kantor SAR Surabaya diharapkan memiliki pemahaman komprehensif terkait prosedur USAR, manajemen logistik, hingga interoperabilitas lintas sektor saat menghadapi bencana sesungguhnya.

Baca juga:
Geger Air Sumur Bau Menyengat, Ternyata Ada Jasad Nenek yang Hilang di Sumenep

Dalam skenario latihan tersebut, pusat gempa diasumsikan berada di laut pada kedalaman 5 kilometer dengan koordinat 7°19’ LS dan 112,70° BT.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., langsung memusatkan operasi pencarian di Sektor B, Kecamatan Dukuh Pakis, wilayah yang diasumsikan mengalami kerusakan paling parah berdasarkan asesmen BPBD setempat.

Berdasarkan tahapan Assessment Search and Rescue (ASR) 2 di lapangan, tim rescue memetakan temuan korban. Sektor B1 dan B2, Diklasifikasikan dalam kategori triage B. Terdapat dua korban hidup yang terjepit, dengan estimasi waktu evakuasi memakan waktu lebih dari 12 jam.

Baca juga:
Dua Hari Hilang di Laut Sidoarjo, Nelayan Pasuruan Ditemukan Meninggal Dunia

Di sektor B3, ditemukan tanda-tanda satu korban hidup dengan estimasi evakuasi kurang dari 12 jam. Kemudian di sektor lainnya, dtemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Proses simulasi evakuasi dirancang sangat dramatis dan mendekati kondisi riil. Tim Urban SAR harus mengerahkan peralatan berat untuk membuka akses beton demi menjangkau korban yang terperangkap, memberikan pertolongan medis pertama di lubang reruntuhan, hingga mengevakuasinya ke rumah sakit.