jatimnow.com - Kuliah umum yang digelar Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan mengangkat isu menarik. Alih-alih mengambil isu besar yang berlatarbelakang politik, pemerintahan, sosiologi atau problem bangsa, Unisda dengan berani mengangkat isu internal seputar kampus.
Pembahasan seputar mahasiswa justru menjadi daya tarik tersendiri. Kuliah umum ini seolah ingin merangsang daya kembang "Agent of Change" agar lebih aktif terlibat dalam hal pembangunan.
Mengambil tema “Menjadi Penggerak Perubahan: Memberdayakan Inovator Muda untuk Indonesia yang Cerdas, Berkelanjutan, dan Inklusif” kuliah umum disi oleh Prof. Moh Dahlan, akademisi sekaligus Direktur Pascasarjana UIN Kh. Achmad Soddiq, Jember.
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa mejadi media transfer ilmu kepada mahasiswa dan civitas akademika Unisda.
“Jadilah mahasiswa yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Hiduplah dengan konsisten. Belajar dimanapun, kelas, organisasi, kembangkan potensi diri,” ujarnya saat membuka kuliah umum di Gedung Serbaguna Unisda, Senin (21/9/2026).
Baca juga:
PKKMB Unisda Lamongan, Mahasiswa Baru Didorong Inovatif dan Berdampak
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan di Unisda tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja) yang menjadi fondasi dalam pengembangan keilmuan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Sementara itu, pemateri kuliah umum, Prof. Moh. Dahlan menyebut seorang intelektual sejati harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain, menjunjung tinggi kejujuran, serta memiliki sikap zuhud dalam menjalani kehidupan.
“Sarjana bukan hanya orang yang memiliki ijazah. Sarjana adalah mereka yang mampu membaca keadaan, memahami kebutuhan masyarakat, dan menerapkan ilmunya untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Baca juga:
Unisda Lamongan Tuan Rumah Banchmarking Pendidikan Madrasah BARMM Filipina
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjalani perkuliahan hanya sebatas hadir di kelas dan menyelesaikan tugas, tetapi mampu menghayati seluruh proses pembelajaran yang berlangsung.
“Jangan hanya sekadar kuliah dan mengerjakan tugas. Mahasiswa harus mampu menghayati proses perkuliahan, menjadi pribadi yang kreatif, mampu berkolaborasi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” pesannya.