Pixel Code jatimnow.com

Sempat Hilang, Pemuda Mojokerto Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Brantas Sidoarjo

Editor : Dadang Kurnia  
Tim SAR gabungan saat melakukan operasi pencarian korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan saat melakukan operasi pencarian korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Nasib nahas menimpa Dicky Alfarizi W (22), pemuda asal Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Setelah sempat dilaporkan hilang, ia akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (18/8/2026).

Titik penemuan jasad diketahui tidak bergeser jauh dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, menjelaskan bahwa informasi penemuan ini bermula dari laporan warga setempat yang melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan sungai.

“Setelah mendapat informasi dari warga, tim SAR gabungan yang bersiaga langsung bergerak ke titik lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengevakuasi korban ke darat,” ungkap Nanang.

Usai berhasil dievakuasi, jenazah Dicky langsung dibawa menggunakan ambulan Palang Merah Indonesia (PMI) Mojokerto menuju RS Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, operasi pencarian yang melibatkan unsur gabungan ini telah digelar secara intensif sejak Senin (17/8/2026), sesaat setelah insiden tenggelamnya korban dilaporkan.

Baca juga:
Remaja asal Lumajang Tewas Usai Lompat dari Tebing Sungai di Jember

Penyisiran di hari pertama dilakukan di area sekitar lokasi kejadian menggunakan dua set perahu karet dan satu unit speedboat. Tim SAR melakukan manuver perahu secara bergantian untuk menciptakan gelombang air buatan.

Langkah taktis ini bertujuan untuk mengaduk arus sehingga diharapkan mampu mengangkat tubuh korban yang berada di dasar sungai agar naik ke permukaan.

Baca juga:
Pelajar Lamongan Tewas Tenggelam saat Berenang di Telaga

Selain penyisiran permukaan, tim penyelam juga diterjunkan ke dasar sungai. Namun, Komandan Tim Rescue Basarnas, Fajar Ismucahyo, menuturkan bahwa operasi bawah air tidak berjalan mudah.

"Tim menghadapi kendala di lapangan, yaitu jarak pandang penyelam saat berada di dalam air sangat terbatas atau nol," jelas Fajar.