jatimnow.com - BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendorong penerima santunan jaminan sosial agar tidak hanya menggunakan manfaat untuk kebutuhan konsumtif. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), santunan diarahkan menjadi modal usaha sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga pekerja.
Program tersebut diluncurkan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7), dan diikuti 100 penerima manfaat. Kegiatan menghadirkan pelatihan kewirausahaan hasil kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, mencakup pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, digitalisasi usaha, hingga peningkatan daya saing UMKM.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan Program PEKA merupakan implementasi konsep Value Beyond Protection, yakni memastikan perlindungan jaminan sosial tidak berhenti saat manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut menjadi upaya membangun kembali kemandirian ekonomi keluarga.
Menurutnya, secara regulasi BPJS Ketenagakerjaan telah menunaikan kewajiban ketika santunan diterima peserta atau ahli waris. Namun, lembaga juga memiliki tanggung jawab moral agar manfaat tersebut benar-benar menjadi bekal membangun masa depan keluarga.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Jangan sampai santunan yang nilainya bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah habis untuk kebutuhan konsumtif. Kami ingin dana itu menjadi modal produktif agar penerima manfaat dapat kembali berusaha, memperoleh penghasilan, dan melanjutkan kehidupan keluarganya dengan lebih baik," ujar Saiful.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menerapkan konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga mampu menjalankan usaha secara mandiri.
Selanjutnya, peserta akan dihubungkan dengan berbagai mitra strategis, termasuk sektor perbankan dan ekosistem usaha, guna membuka akses pembiayaan, pengembangan bisnis, dan perluasan pasar.
Berbeda dari pelatihan kewirausahaan pada umumnya, Program PEKA memiliki indikator keberhasilan yang terukur. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya 10 persen peserta di setiap angkatan telah menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan setelah mengikuti program.
"Kami tidak ingin pelatihan selesai hanya dengan pemberian sertifikat. Seluruh peserta akan kami pantau, dampingi, dan evaluasi bersama mitra agar benar-benar menjadi pelaku usaha yang produktif. Keberhasilan program ini diukur dari berapa banyak penerima manfaat yang mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi," kata Saiful.
Baca juga:
BPJS Ketenagakerjaan Ubah Santunan Jadi Modal Usaha Lewat Program PEKA
Ia menilai keberhasilan program tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja, tetapi juga menciptakan pelaku usaha baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan memiliki semangat yang sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yakni PEKA (Perempuan Kepala Rumah Tangga).
Selama ini, pemerintah daerah memberikan bantuan peralatan usaha kepada perempuan kepala keluarga melalui dukungan APBD hingga tingkat desa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan hilangnya pencari nafkah akibat risiko pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mendorong keluarga jatuh ke jurang kemiskinan. Karena itu, perlindungan jaminan sosial perlu diikuti dengan program pemberdayaan ekonomi agar keluarga mampu kembali mandiri.
"Kami mengapresiasi Program PEKA karena tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga membekali penerima manfaat agar bangkit melalui kewirausahaan. Program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat," ucap Ipuk.
Baca juga:
Bupati Sidoarjo Serahkan Santunan BPJS Rp136 Juta kepada Ahli Waris Penerima KURDA
Menurut dia, kesamaan visi kedua program menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.
"Jangan takut memulai. Terus belajar, terus bekerja, dan terus berinovasi. Jadikan pelatihan ini sebagai modal membangun usaha yang lebih baik sehingga manfaat yang diterima benar-benar menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera," tuturnya.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, Teldi Rusnal, menilai Program PEKA menunjukkan transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang kini tidak hanya berorientasi pada pembayaran manfaat, tetapi juga memastikan manfaat tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
"Melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan akses terhadap ekosistem usaha, kami ingin memastikan para penerima manfaat memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan kembali produktif. Inilah wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Value Beyond Protection, sehingga manfaat yang diterima benar-benar menjadi investasi bagi masa depan keluarga pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tandas Teldi.