Pixel Code jatimnow.com

Bantah Tak Mampu Gelar Konfercab, PCNU Jember Buka Suara

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Pengurus PCNU Jember periode 2019-2024 (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Pengurus PCNU Jember periode 2019-2024 (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember periode 2019-2024 secara tegas membantah isu yang menyebutkan pihaknya tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab). Kelambanan pelaksanaan Konfercab justru disebut berakar dari tidak adanya respons dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

Wakil Ketua PCNU Jember periode 2019-2024, Ayub Junaidi, membeberkan bahwa secara administratif, kepengurusannya sangat tertib dan taat pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perkumpulan.

"Perlu saya sampaikan, kita akan meluruskan berita tersebut. Jadi berita itu tidak berdasar, dimana sebenarnya PCNU Jember tertib terkait dengan peraturan AD/ART sekaligus peraturan perkumpulan NU," ungkapnya, Senin (20/7/2026).

Ayub menjelaskan, tiga bulan sebelum masa jabatannya berakhir, PCNU Jember telah berulang kali mengajukan izin pelaksanaan Konfercab untuk rentang waktu Agustus hingga Desember 2025. Namun, surat-surat tersebut tidak mendapatkan jawaban dari PBNU.

Alih-alih memberikan izin Konfercab, PBNU justru menerbitkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan kepengurusan antarwaktu bagi PCNU Jember.

"Karena tidak dijawab, akhirnya PBNU mengeluarkan surat perpanjangan. Saya sendiri Ayub Junaidi sebagai wakil ketua, makanya saya berani ngomong, termasuk teman-teman pengurus yang lain ini. Surat perpanjangan pengurus PCNU Jember untuk Januari 2025 dan ada nama saya di sini, Tidak ada perubahan," tegasnya.

Memasuki 2026, PCNU Jember kembali mengirimkan permohonan pelaksanaan Konfercab. Namun, upaya ini lagi-lagi bertepuk sebelah tangan.

Saking mendesaknya, jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jember bahkan sempat beramai-ramai mendatangi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk meminta kejelasan. Sayangnya, PWNU Jatim tidak berani mengambil keputusan karena hal tersebut merupakan kewenangan mutlak PBNU.

Baca juga:
Membaca Ulang Jejak KH. Hasan Gipo dan Resonansi Seabad Gus Gudfan

Ayub juga mengaku pernah menyampaikan langsung keluh kesah ini kepada Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat ia berkunjung ke Jember.

"Saya sempat sampaikan ke Gus Ipul saat ke Jember, segera Jember melaksanakan konferensi dan itu dijawab 'iya wes.' Tapi sampai sekarang tidak ada," ucapnya.

Ia menduga ada dinamika dan tarik-ulur di tingkat elit yang membuat Konfercab PCNU Jember tak kunjung digelar.

"Inilah kalau terjadi ketidakkompakan di PWNU, ada tarik ulur. Kejadian ini bukan hanya di Jember, dulu di Jombang, sudah ada konferensi dan dipilih, tapi digagalkan. Mau konferensi lagi tidak jadi," lanjut Ayub.

Baca juga:
Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Kini, dengan adanya penunjukan karteker (pengurus sementara) oleh PBNU, Ayub justru menyambut baik. Sesuai aturan, tugas utama karteker adalah segera menyelenggarakan Konfercab agar cabang bisa mengikuti Muktamar.

Namun, ia mewanti-wanti agar karteker tidak memperlambat proses tersebut. Jika Konfercab terus ditunda, dampaknya akan sangat merugikan struktural NU di tingkat bawah dan menghilangkan hak suara Jember.

"Tinggal ada kemauan karteker untuk segera. Kalau karteker memperlambat seperti ini ada kepentingan apa karteker. Maka kami mendesak karteker segera, kalau tidak Jember tidak punya suara di muktamar," terangnya.