jatimnow.com - Nellava Group dan Emas Now menempuh jalur hukum dengan menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada kepolisian terkait sejumlah konten dan aktivitas digital di media sosial serta platform ulasan daring.
Langkah tersebut diambil perusahaan untuk memastikan persoalan yang muncul diperiksa melalui mekanisme resmi dan berbasis bukti. Pada saat yang sama, Nellava Group dan Emas Now menyatakan tetap menjaga kepentingan pelanggan, karyawan, mitra usaha, serta keberlangsungan bisnis.
Marketing Director Nellava, Alif Fauzan, mengatakan keputusan membawa persoalan ke jalur hukum didasarkan pada kebutuhan untuk menyelesaikan masalah secara objektif.
“Kami memilih jalur hukum karena kami percaya setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan bukti dan proses yang objektif, bukan melalui perdebatan di media sosial,” ujar Alif, Sabtu (05/9/2026).
Perusahaan menegaskan laporan yang disampaikan kepada kepolisian bukan berarti pihak tertentu telah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran. Bukti dan informasi pendukung akan diserahkan kepada aparat berwenang untuk diverifikasi sesuai proses hukum yang berlaku.
Di tengah proses hukum, Nellava Group dan Emas Now menegaskan tidak menutup ruang bagi konsumen untuk menyampaikan kritik maupun keluhan.
Perusahaan tetap menyediakan kanal resmi bagi pelanggan yang ingin melaporkan persoalan layanan. Kritik juga disebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kualitas operasional.
“Jika ada pelayanan yang kurang baik, kami ingin mengetahuinya. Jika ada kesalahan, kami akan mengevaluasi dan memperbaikinya. Kritik konsumen merupakan bagian penting dari proses perusahaan untuk berkembang,” kata Alif.
Menurut manajemen, keluhan konsumen yang disampaikan secara wajar perlu dibedakan dari informasi atau aktivitas digital yang kebenaran, konteks, maupun sumbernya masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bisnis dan Layanan Tetap Berjalan
Di tengah proses hukum, aktivitas bisnis Nellava Group dan Emas Now tetap berjalan. Perusahaan juga melanjutkan pengembangan teknologi serta layanan perdagangan logam mulia.
Berdasarkan data operasional yang dipublikasikan manajemen, Nellava Bullion telah mencatat lebih dari 17.000 pesanan emas dan perak.
Dari jumlah itu, lebih dari 13.280 pesanan telah berhasil dikirim, terdiri atas lebih dari 1.280 pengiriman emas dan 12.000 pengiriman perak.
Baca juga:
Generasi Alpha dan Dance Viral TikTok, Apa Makna di Balik Tren?
Nellava juga mengembangkan fitur International Live Price, standar kemurnian 999.9, serta Nellava Market+ untuk memperkuat sistem perdagangan logam mulia yang diklaim lebih transparan dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Sementara itu, Emas Now memperluas ekosistem perdagangan melalui integrasi toko fisik, situs web, aplikasi, marketplace, dan CRM.
Melalui Emas Now SmartBuy, pelanggan dapat membeli emas secara digital dengan dukungan sistem verifikasi, pemantauan pesanan, pengiriman, hingga opsi pengambilan barang di toko.
Platform Emas Now Marketplace juga dikembangkan dengan sejumlah fitur, antara lain verifikasi pengguna, perlindungan pembayaran, pengaturan harga oleh penjual, fitur percakapan dan negosiasi, pengiriman berasuransi, serta pelacakan pesanan.
Layanan lain seperti Instant Cash, LIVE+, MAXI, dan LM+ turut dikembangkan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat dalam membeli, menjual, melakukan buyback, dan bertransaksi logam mulia.
Perusahaan menilai pertumbuhan perdagangan emas digital membuat aspek transparansi harga, keamanan transaksi, keaslian produk, dan kualitas layanan semakin penting.
Karena itu, Nellava Group dan Emas Now menyatakan akan terus mengevaluasi pelayanan konsumen, teknologi, sistem operasional, proses verifikasi, hingga komunikasi publik.
Baca juga:
Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres
Alif menegaskan perusahaan tidak menempatkan diri sebagai entitas yang sempurna dan masih memiliki ruang untuk melakukan perbaikan.
“Kami tidak menganggap diri kami sempurna. Kami masih terus belajar dan berbenah. Tetapi kami percaya bahwa perusahaan yang telah dibangun bersama ribuan pelanggan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan tersebut,” terangnya.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat menggunakan kanal resmi untuk memperoleh informasi serta menyampaikan pengaduan apabila menemukan persoalan dalam layanan.
Nellava Group dan Emas Now menyatakan tidak akan menjadikan media sosial sebagai arena konfrontasi. Perusahaan memilih menyerahkan bukti kepada pihak berwenang, menerima kritik sebagai bahan evaluasi, dan menangani pengaduan pelanggan melalui mekanisme yang tersedia.
Di sisi lain, aktivitas bisnis akan tetap diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, transparansi, pengembangan teknologi, serta perluasan akses masyarakat terhadap perdagangan logam mulia.
Bagi perusahaan, proses hukum yang sedang berjalan merupakan mekanisme yang harus dihormati. Sementara operasional bisnis dan upaya membangun kepercayaan pelanggan akan terus dilanjutkan.
URL : https://jatimnow.com/baca-87307-nellava-group-dan-emas-now-tempuh-jalur-hukum-soal-konten-digital