jatimnow.com - Ancaman kebakaran akibat gangguan instalasi listrik masih kerap menghantui kawasan permukiman maupun industri. Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Hi-VITS, sistem pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran listrik secara dini melalui pemantauan jaringan listrik secara real time.
Teknologi tersebut dirancang sebagai pelengkap sistem pengaman listrik konvensional seperti Miniature Circuit Breaker (MCB). Jika MCB umumnya hanya merespons arus berlebih atau korsleting, Hi-VITS mampu mengenali kondisi arc condition atau busur listrik yang sering menjadi pemicu kebakaran tetapi sulit terdeteksi oleh perangkat standar.
Salah satu anggota tim, Ananda Aullia Nayaka, menjelaskan bahwa Hi-VITS mengutamakan mekanisme peringatan dini sebelum mengambil langkah pemutusan aliran listrik secara otomatis.
“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberikan peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” kata Nanda, Kamis (4/6/2026).
Mahasiswi Program Studi Inovasi Digital ITS tersebut mengatakan pendekatan itu memungkinkan pengguna melakukan pemeriksaan dan tindakan pencegahan tanpa harus menghadapi pemadaman listrik mendadak.
“Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” ujarnya.
Konsep tersebut dirancang agar perlindungan terhadap instalasi listrik dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas penghuni rumah maupun operasional industri.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, sistem juga diharapkan mampu menekan potensi kerugian ekonomi akibat gangguan operasional yang dipicu kebakaran atau pemutusan listrik mendadak.
Baca juga:
Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T
Ketua Tim Hi-VITS, Khoirul Anam, mengatakan pengembangan teknologi tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pasar dan peluang penerapannya di lapangan.
“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” katanya.
Pengembangan Hi-VITS melibatkan kolaborasi lintas disiplin mahasiswa ITS. Tim terdiri atas Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro, Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri, serta Ananda Aullia Nayaka dari Departemen Sistem Informasi.
Selain mengembangkan teknologi, tim juga menyusun model bisnis dan strategi komersialisasi untuk memperbesar peluang adopsi produk oleh industri.
Baca juga:
ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional
Inovasi tersebut telah memperoleh pengakuan pada ajang Startup World Cup Regional Malang. Hi-VITS berhasil keluar sebagai juara regional dan berhak mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat internasional di Silicon Valley, Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa riset mahasiswa tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Pengembangan Hi-VITS juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta tujuan ke-11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan sistem keamanan listrik yang lebih cerdas dan preventif.
URL : https://jatimnow.com/baca-85036-mahasiswa-its-ciptakan-alat-deteksi-dini-kebakaran-listrik