Pixel Code jatimnow.com

Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Apel Kebangsaan Forkopimda Jember bersama perguruan silat (Foto: Istimewa)
Apel Kebangsaan Forkopimda Jember bersama perguruan silat (Foto: Istimewa)

jatimnow.com – Menjelang peringatan bulan Suro yang sarat akan makna spiritual bagi organisasi pencak silat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember bergerak cepat merapatkan barisan. Menggandeng unsur perguruan silat, komitmen menjaga kondusivitas wilayah ini dikukuhkan melalui Apel Kebangsaan di depan Kantor Pemkab Jember, Rabu (3/6/2026).

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember, Jono Wasinuddin, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi pencak silat adalah kunci utama untuk menciptakan suasana damai selama rangkaian kegiatan Suro berlangsung.

“Bulan Suro adalah bulan spiritual bagi seluruh perguruan pencak silat. Karena itu, kami ingin seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” kata Jono.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga ketertiban, PSHT Cabang Jember telah menyiagakan sekitar 1.200 personel Pengamanan Terate (Pamter) yang tersebar dari tingkat cabang, ranting, hingga rayon.

“Kami menyiapkan sekitar 1.200 personel. Yang hadir kurang lebih 1.000 orang, berasal dari seluruh ranting sesuai kemampuan masing-masing,” sebutnya.

Ia berharap kolaborasi apik yang terbangun saat ini dapat terus menjadi tradisi tahunan sehingga potensi gesekan antarperguruan silat di Jember dapat diminimalkan.

Baca juga:
Polisi Tangkap 6 Pelaku Penganiayaan saat Patrol Sahur di Lamongan, 3 Masih Buron

Selain pengamanan Suro, Jono juga membocorkan bahwa PSHT Jember saat ini tengah mematangkan agenda besar bertajuk "PSHT Berselawat" pada tahun 2027 mendatang. Acara akbar tersebut ditargetkan akan menyedot animo sekitar 40 ribu peserta dan dipusatkan di Jember Sport Garden (JSG).

Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condro Putra, memberikan atensi khusus kepada pasukan Pamter. Ia meminta agar elemen pengamanan internal ini mampu menjadi teladan, baik bagi warga PSHT sendiri maupun perguruan silat lainnya di Kabupaten Jember.

“Pamter adalah representasi pengamanan PSHT. Tunjukkan bahwa PSHT mampu menjaga nilai-nilai luhur dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:
Angka Kriminal yang Melibatkan Perguruan Silat Selama 2025 di Tulungagung Turun

Lebih lanjut, Kapolres memberikan peringatan tegas terkait pemicu konflik antarpesilat yang kerap terjadi di akar rumput. Menurut analisis kepolisian, sebagian besar gesekan berdarah yang terjadi selama ini justru berawal dari masalah personal, namun merembet luas karena membawa-bawa nama atau atribut perguruan silat.

“Jika ada oknum yang terlibat pelanggaran hukum, serahkan prosesnya kepada kepolisian. Jangan membawa persoalan pribadi menjadi konflik organisasi,” tegasnya.

Menutup arahannya, AKBP Bobby mengapresiasi inisiatif pengamanan internal dari PSHT. Ia memastikan bahwa Polres Jember, bersama Pemkab dan Kodim, akan bersiaga penuh mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT di bulan Suro agar berjalan nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat Jember.