jatimnow.com - Organisasi Aremania Utas memberikan bantuan ganti rugi ke wisatawan asal Surabaya, korban pengeroyokan dan pengerusakan oknum suporter di Pantai Wediawu Malang. Langkah ini seiring ditetapkannya enam orang tersangka dari oknum Aremania, dimana satu di antaranya merupakan anak di bawah umur yang meminta bantuan hukum kepada organisasi Aremania Utas.
Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki mengungkapkan, pihanya mengaku sedih dan menyayangkan atas insiden yang terjadi di Pantai Wediawu. Dirinya menegaskan, tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri dan provokasi yang dilakukan oleh wisatawan asal Surabaya, maupun tindakan dari sekelompok oknum Aremania yang menghasut hingga berdatangan massa ke Pantai Wediawu Malang.
"Semua tidak ada yang membenarkan, semua salah, baik yang memprovokasi, yang terprovokasi juga sangat salah. Artinya kita semua wajib hukumnya menghindari hal-hal yang bisa merugikan orang lain ataupun merugikan dirinya sendiri," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Ia pun menegaskan, tindakan perdamaian hingga kemunculan kesepakatan restorastive justice tanpa paksaan atau tekanan dari manapun. Kesepakatan itu murni dari inisiatif kedua belah pihak, yang difasilitasi oleh kepolisian yang berjalan selama dua pekan dalam beberapa kali pertemuan.
"Semua sudah bersepakat dengan baik, tanpa adanya paksaan dan tanpa adanya merasa dipaksa atau terpaksa. Jadi restoratif justice yang dilakukan ini antara kuasa hukum kami bersama para korban, difasilitasi dari Polres Malang itu terjadi dengan benar-benar menginginkan penyelesaiannya dengan baik, bukan atas intervensi dari pihak manapun," tegasnya.
Baca juga:
Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai
Dirinya mewakili masyarakat Malang juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada para korban, dan permintaan maaf secara terbuka ke seluruh masyarakat Surabaya atas insiden yang terjadi. Menurutnya, insiden yang terjadi harus dipisahkan antara rivalitas Aremania dan Bonek, sebab insiden ini tidak terkait langsung kegiatan sepakbola.
"Sebelumnya saya ucapkan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama warga Malang. Kejadian ini di luar ranah kegiatan sepakbola. Artinya kalau membawa nama suporter itu sebetulnya kurang elok, karena yang terjadi adalah warga Malang ketemu dengan warga Surabaya," tegas dia kembali.
Pihaknya juga mengingatkan agar semua pihak termasuk Aremania berbenah, dan tidak mudah terprovokasi dan terpancing sehingga membuat insiden yang merugikan diri sendiri dan orang lain, apalagi hingga menimbulkan kerugian material dan korban luka. Baginya rivalitas yang terjadi antara Persebaya dan Arema, jangan sampai berimbas pada kerugian masyarakat di Surabaya atau pun di Malang.
Baca juga:
Polisi Bekuk Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Lindung Malang
"Rivalitas silakan sampai kapanpun rivalitas, tapi dengan adu otot itu tidak baik, tidak diperbolehkan. Dan ini juga kemungkinan besar organisasi akan terakhir membantu kalau ada pelaku kejahatan kita tidak akan mentolerir. Ini benar-benar terakhir bagi kami untuk membantu para pelaku. Tapi kalau ada korban wajib bagi organisasi untuk membantu," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-85000-organisasi-aremania-utas-ganti-kerugian-wisatawan-asal-surabaya