jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperluas jejaring internasional melalui partisipasi dalam forum pendidikan global di Tiongkok pada 23–25 Mei 2026.
Dalam agenda tersebut, Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, tampil sebagai pembicara internasional yang memaparkan strategi internasionalisasi perguruan tinggi swasta Indonesia di hadapan akademisi dan pelaku industri dari berbagai negara.
Kehadiran Untag Surabaya menjadi bagian dari forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, institusi vokasi, asosiasi internasional, dan dunia industri di kawasan Asia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Untag Surabaya memperkuat posisi menuju World Class University.
“Perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga harus mampu membangun konektivitas global agar dapat menghasilkan inovasi, kolaborasi, dan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia internasional,” kata Supangat.
Agenda internasional dimulai melalui kunjungan akademik ke Yangzhou Polytechnic Institute, Jiangsu, Tiongkok.
Delegasi internasional meninjau sejumlah fasilitas pendidikan berbasis industri dan teknologi, seperti Indonesia Luban Workshop Exhibition Hall, National Petrochemical Entity Simulation Training Base, hingga pusat pelatihan manufaktur cerdas.
Kunjungan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pengembangan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri dan percepatan transformasi teknologi global.
Supangat kemudian menghadiri 2026 Annual Conference of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Center bertema Industry-Education Symbiosis: Smart Innovation for the Future.
Forum itu membahas transformasi digital pendidikan, pengembangan talenta global, internasionalisasi perguruan tinggi, hingga penguatan hubungan kampus dengan industri.
Baca juga:
Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata
Dalam konferensi tersebut, Supangat membawakan presentasi berjudul Blueprint to Reality: Innovative Practices in the Internationalization of Private Higher Education in Indonesia.
Ia memaparkan langkah perguruan tinggi swasta Indonesia dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan kolaboratif di tengah persaingan global.
Menurutnya, internasionalisasi kampus harus diwujudkan dalam langkah konkret yang berdampak terhadap kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan.
“Internasionalisasi bukan sekadar penandatanganan kerja sama antar kampus, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan ekosistem akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman global,” ujarnya.
Ia menilai perubahan industri dan perkembangan teknologi membuat kampus harus bergerak lebih cepat dalam menyiapkan sumber daya manusia.
Baca juga:
Untag Surabaya Tambah Guru Besar, Perkuat Daya Saing Kampus
“Dunia kerja bergerak sangat cepat. Kampus harus mampu menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, dan pola pikir global,” kata Supangat.
Dalam paparannya, ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat riset dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kolaborasi global membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk berkembang lebih cepat, baik melalui riset bersama, pertukaran akademik, maupun penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa,” tuturnya.
Partisipasi Untag Surabaya sebagai pembicara internasional memperlihatkan semakin terbukanya ruang kontribusi perguruan tinggi Indonesia di forum pendidikan dunia.
Momentum tersebut sekaligus memperkuat hubungan akademik internasional dan memperluas peran pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.