Pixel Code jatimnow.com

Progres Melesat, Tata Kelola Informasi UIN KHAS Jember Jadi Sorotan Nasional

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Rakor persiapan e-Monev keterbukaan informasi publik UIN KHAS Jember. (Foto: Humas UIN KHAS for jatimnow.com)
Rakor persiapan e-Monev keterbukaan informasi publik UIN KHAS Jember. (Foto: Humas UIN KHAS for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus melakukan lompatan besar dalam mewujudkan layanan keterbukaan informasi publik. Sebagai wujud transformasi digital, kampus ini pun memperkenalkan aplikasi PPID berbasis Android dan aplikasi SiM-KHAS Jember guna mempercepat langkah menuju predikat kelembagaan informatif.

Inovasi platform digital tersebut dipresentasikan dalam agenda Rapat Koordinasi Persiapan e-Monev Keterbukaan Informasi Publik pada Senin (19/5/2026).

Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember yang juga menjabat sebagai Ketua PPID Utama, Dr. H. Nawawi, menyebut bahwa akselerasi tata kelola informasi di kampusnya berkembang sangat pesat. Hal ini bahkan mendapat sorotan dan apresiasi positif dari tingkat pusat.

Berbeda dengan perguruan tinggi lain yang umumnya berkembang secara perlahan, UIN KHAS Jember dinilai mampu melesat dalam waktu singkat.

“Ini menunjukkan, kerja teman-teman PPID, Humas, dan seluruh unsur yang terlibat mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Bahkan banyak pihak terkejut karena UIN KHAS Jember mampu bergerak cepat menuju kategori menuju informatif,” katanya.

Lebih lanjut, Nawawi menegaskan bahwa dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan PPID sangat nyata, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga pengembangan layanan digital. Namun, ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi tidak boleh mandek pada urusan administratif dan penilaian semata.

Kehadiran aplikasi ini ditargetkan mampu mendorong program-program inovatif yang berdampak langsung pada pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca juga:
Mahasiswi IAT UIN KHAS Jember Lolos Simposium Internasional

Sejalan dengan semangat transparansi tersebut, Wakil Rektor III UIN KHAS Jember sekaligus Tim Pengarah PPID, Dr. Khoirul Faizin, mengingatkan pentingnya aspek keamanan dalam pengelolaan data. Ia menegaskan bahwa transparansi harus tetap berjalan beriringan dengan kehati-hatian, profesionalisme, dan regulasi yang berlaku.

Faizin menjelaskan, seluruh data publik memang wajib disediakan melalui kanal resmi PPID. Namun, masyarakat yang membutuhkan data diwajibkan menempuh mekanisme permohonan yang terstruktur, lengkap dengan kejelasan identitas dan tujuan penggunaan data.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam publikasi digital, khususnya terkait siaran langsung atau live streaming kegiatan kampus. 

Publikasi informasi, menurutnya perlu melalui proses penyuntingan agar terhindar dari potensi penyalahgunaan potongan informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik digital.

Baca juga:
UIN KHAS Jember Siap Sambut dan Layani UM-PTKIN 2026

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami mana informasi yang terbuka dan mana yang dikecualikan. Ini menjadi bagian penting dalam tata kelola keterbukaan informasi publik yang sehat,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi capaian PPID UIN KHAS Jember yang saat ini berada pada posisi sangat dekat menuju predikat informatif. Capaian tersebut menunjukkan keseriusan universitas dalam membangun budaya pelayanan informasi yang transparan dan akuntabel.

Melalui Rakor ini, UIN KHAS Jember menegaskan langkahnya untuk terus memperkuat sistem pelayanan informasi publik berbasis digital, meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.