Pixel Code jatimnow.com

Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Editor : Bramanta   Reporter : Avirista Midaada
Pemandangan Wisata Mikutopia Kota Batu. (Foto: Aris/jatimnow.com)
Pemandangan Wisata Mikutopia Kota Batu. (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mikutopia di Kota Batu, jadi satu destinasi wisata baru pada momen libur lebaran. Wisata yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini baru dibuka satu pekan dan masih berstatus ujicoba pembukaan sejak dua pekan terakhir ini.

Selama masa ujicoba itu, wisata yang menyerupai negeri dongeng pengunjung bisa menikmati keindahannya secara gratis pada 14 - 20 Maret 2026. Wisata ini memang baru saja buka, dengan mengusung konsep arsitektur ala - ala negeri dongeng dengan perpaduan warna-warni yang mencolok.

Tiba di area depan wisata, wisatawan sudah terasa disambut masuk dunia dongeng. Bangunan berbentuk jamur - jamur terlihat gagah berdiri dengan warna-warni mencolok. Pemandangan kian indah karena wisata ini berlatarbelakang Gunung Arjuno, yang kian menambah kesan bukan berada di dunia nyata. Apalagi udara di sini cukup sejuk sehingga membuat wisatawan betah berlama-lama.

Memasuki area wisata, wisatawan diberi alternatif beberapa wahana wisata permainan dan spot foto menarik. Sejumlah spot itu diberi nama dengan nama-nama latin jamur dan aneka tanaman sesuai konsep yang diusung wahana wisata ini.

Nama-nama misalkan ostreatus nama ilmiah jamur tiram digunakan untuk spot istana balon, spot bernama tiram yang diambil dari nama jamur untuk spot busy cowboy. Kemudian spot Taman Kelinci atau Rabbit Park, yang diberi nama Zygomycota diambil dari nama jamur yang terbentuk dari dua sel berbeda.

Ada lagi spot wahana kapal pirates dalam permainan anime bajak laut diberi nama Auricularia, yang diambil dari nama jenis jamur jeli atau jamur kuping yang tubuhnya berbuah kenyal. Spot wahana pendulum diberi nama Morchella, yang terinspirasi dari nama jamur morcel.

Baca juga:
Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Bahkan wahana ikonik di Wisata Mikutopia yakni bianglala pun diambil dari nama jamur. Bianglala di sini diberikan nama Lactarius, yang merupakan sejenis jamur susu. Penamaan ini tentu menarik wisatawan yang berkunjung bersama keluarganya.

Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani mengatakan, Wisata Mikutopia memang terinspirasi dari jamur - jamur, yang jadi konsep taman rekreasi keluarga. Dimana kata Panji, ada puluhan wahana permainan unik dan menarik ditawarkan dengan mengambil nama-nama jenis jamur.

"Memang kami buat unik, sebagian besar nama wahananya menggunakan nama-nama jenis jamur. Di sini juga ada ratusan spot foto dengan kombinasi warna-warna yang memanjakan pengunjung," ungkap Panji Akbar Ramadhani.

Baca juga:
Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Setiap pengunjung selama masa ujicoba bisa masuk tanpa dipungut tiket masuk. Ujicoba diberlakukan sejak 14 - 20 Maret 2026 besok guna melihat kesiapan wisata.

“Tujuan utama digratiskannya tiket masuk adalah untuk mengukur kesiapan fasilitas, alur pelayanan, hingga kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Kami ingin memastikan ketika nanti tiket berbayar diberlakukan, seluruh sistem sudah berjalan dengan baik tanpa kendala,” kata dia.

Sementara untuk tiket per wahana dibanderol mulai Rp 10 ribu hingga 25 ribu per orang saja. Pengunjung juga dapat menikmati tiket wahana permainan di dalam area Mikutopia seharga Rp 40 ribu saat weekday atau hari biasa, serta Rp 50 ribu untuk weekend atau libur panjang. Tiket itu wisatawan sudah dapat menikmati 20 wahana tiket terusan mulai dari Sasccharomyces, Neurospora, Morchella, Tubulosa, hingga Obliquus.