Pixel Code jatimnow.com

Pasar Rakyat EcoFest UMSURA: Belanja Tanpa Plastik, Berhadiah Umrah

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Ratusan warga memadati pelataran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dalam gelaran Pasar Rakyat Ramadan EcoFest. (Foto: Humas Umsura/jatimnow.com)
Ratusan warga memadati pelataran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dalam gelaran Pasar Rakyat Ramadan EcoFest. (Foto: Humas Umsura/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga memadati pelataran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dalam gelaran Pasar Rakyat Ramadan EcoFest.

Acara yang menjadi bagian dari perayaan Milad ke-42 ini bukan sekadar ajang kumpul rutin, melainkan upaya nyata kampus menggerakkan ekonomi akar rumput sekaligus mempromosikan gaya hidup minim plastik.

Kesemarakan ini mencapai puncaknya saat pihak universitas mengumumkan apresiasi bagi para pejuangnya di balik layar.

Sebanyak 10 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) berprestasi dipastikan berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah, ditambah sejumlah hadiah tour luar negeri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini.

Pasar Rakyat Ramadan EcoFest di Milad ke-42 ini berhadiah umroh bagi 10 staf berprestasi dan pemberdayaan 54 UMKM lokal ramah lingkungan. (Foto: Humas Umsura/jatimnow.com)Pasar Rakyat Ramadan EcoFest di Milad ke-42 ini berhadiah umroh bagi 10 staf berprestasi dan pemberdayaan 54 UMKM lokal ramah lingkungan. (Foto: Humas Umsura/jatimnow.com)

Rektor UMSURA, Prof. Mundakir, menjelaskan bahwa pemberian hadiah ini telah menjadi tradisi tahunan untuk memacu kualitas kinerja di lingkungan kampus.

"Tahun ini, 10 orang mendapatkan kesempatan umrah. Ini cara kami mengapresiasi kerja keras sivitas akademika yang terus menjaga performa kampus," tutur Mundakir di sela-sela acara, Kamis (05/3/2026).

Berbeda dengan pasar kaget pada umumnya, EcoFest mengusung konsep ramah lingkungan. Sebanyak 54 lapak UMKM yang berpartisipasi diwajibkan meminimalkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

Baca juga:
Pusat Bahasa UMSURA Buka Kelas Internasional untuk Publik

Area dibagi menjadi beberapa klaster, mulai dari Zona Takjil sehat, Zona UMKM Hijau yang menjajakan produk daur ulang, hingga Zona Hijau yang menawarkan bibit tanaman dan pupuk organik.

Agar manfaatnya langsung terasa bagi warga sekitar, UMSURA juga membagikan voucer belanja. Langkah ini membuat interaksi antara kalangan akademisi dan masyarakat menjadi lebih cair dan inklusif.

"Biasanya kajian Ramadan hanya diikuti internal staf. Kali ini kami ajak keluarga besar dan warga sekitar agar manfaatnya meluas," tambah Mundakir.

Suasana sore di lokasi kian hangat dengan penampilan musik religi dari Sunbeam Band di panggung mini. Para pengunjung juga memanfaatkan fasilitas photobox keluarga dan gerai layanan zakat dari Lazismu yang tersedia di lokasi.

Baca juga:
UMSURA Gaungkan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Iran–Israel

Melihat tingginya animo masyarakat meskipun acara hanya berlangsung satu hari, Mundakir membuka peluang untuk menjadikan pasar rakyat ini sebagai agenda rutin tahunan.

"Ini baru pertama kali kami gelar dengan format seperti ini. Melihat respons masyarakat yang luar biasa, ke depan sangat mungkin ini jadi agenda tetap setiap Ramadan," pungkasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan salat Tarawih berjamaah di Masjid Al Khoiry, diikuti tausiyah dari Prof. Sukadiono, Deputi Kemenko PMK RI sekaligus Ketua PWM Jawa Timur.