Pixel Code jatimnow.com

UMSURA Gaungkan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Iran–Israel

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)
UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketegangan Iran vs Israel yang melibatkan Amerika Serikat memicu kekhawatiran global. Di tengah situasi tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) memilih bersuara.

Kampus itu menggelar kuliah tamu internasional dan aksi simbolik penancapan bendera dunia sebagai seruan perdamaian global.

Langkah UMSURA bukan sekadar agenda akademik. Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum berdiri bergandengan tangan, mengangkat bendera berbagai negara, lalu menancapkannya di peta dunia.

Aksi tersebut menggambarkan solidaritas lintas bangsa dan harapan agar konflik Iran vs Israel tidak meluas menjadi perang terbuka yang merugikan masyarakat sipil.

Rektor UMSURA Prof Mundakir menyebut kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akal sehat publik ketika dunia terseret konflik.

“Tema hukum internasional dalam menciptakan perdamaian sangat relevan dengan situasi global saat ini. Sebagai masyarakat kampus yang menjunjung nilai kemanusiaan dan cinta damai, kami menyerukan pentingnya perdamaian global di tengah konflik yang terjadi,” kata Mundakir, Selasa (03/3/2026).

UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)

Kuliah bertajuk International Law, Islamic Civilization Cooperation, and Future Peace: A Comprehensive Dialogue Between Iran and Indonesia menghadirkan Amir Rezaei Panah dari Shahid Beheshti University.

Baca juga:
UMSURA Perkuat Arah Kampus Hijau Berkelanjutan

Forum tersebut membedah peran hukum internasional dan kerja sama peradaban Islam dalam merawat stabilitas dunia.

Amir memandang perdamaian tak cukup dibangun lewat diplomasi formal. Ia mengajak generasi muda melihat masa depan melalui pendekatan peradaban yang realistis.

“Strategi untuk menghidupkan kembali cara hidup Islami dilakukan melalui pendekatan peradaban dan penguatan identitas. Masa depan perlu dilihat dengan realisme dan pragmatisme, bukan terjebak perpecahan masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum UMSURA, Satria Unggul Wicaksana, menilai eskalasi konflik telah melampaui manuver politik. Korban sipil berjatuhan, sementara diplomasi kian terpinggirkan.

Baca juga:
Mikael Tata Perkuat Barisan Atlet Persebaya di Kampus Umsura

“Ketika diplomasi diabaikan dan digantikan kekuatan militer, dunia bukan hanya kehilangan kedamaian, tetapi juga kehilangan akal sehat,” tegasnya.

Menurut Satria, Indonesia memiliki posisi strategis melalui politik luar negeri Bebas-Aktif. Amanat konstitusi untuk ikut menciptakan ketertiban dunia memberi ruang bagi Indonesia memainkan peran sebagai kekuatan lunak yang mendorong penyelesaian damai.

Kehadiran mahasiswa internasional dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan memperkuat pesan bahwa generasi muda lintas negara menolak perang.

Dari ruang kuliah di Surabaya, suara itu bergema. Konflik boleh terjadi, tetapi kemanusiaan tak boleh tumbang.