Pixel Code jatimnow.com

Siswa SMA Cikal Surabaya Ubah Tren Brain-Rot Jadi Alat Belajar Anak Inklusi

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Tim SMA Cikal Surabaya sukses raih emas di Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO). (Foto:Dok Cikal/jatimnow.com)
Tim SMA Cikal Surabaya sukses raih emas di Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO). (Foto:Dok Cikal/jatimnow.com)

jatimnow.com - Fenomena konten "brain-rot" yang selama ini dicap sebagai hiburan tanpa makna ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia pendidikan inklusi.Lima peneliti muda dari SMA Cikal Surabaya membuktikan hal tersebut dengan mengubah pola visual repetitif khas media sosial menjadi media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Inovasi bertajuk “Brain-rot Education: Reimagining Brain-rot Videos as a Learning Method for Children with Special Needs” ini mengantarkan tim yang beranggotakan Danta, Keenan, Radya, Izza, dan Bintang meraih medali emas dalam ajang Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO) 2025 di Universitas Gadjah Mada, Desember lalu.

Lahirnya ide ini bermula dari keresahan tim terhadap minimnya materi ajar yang mampu menangkap atensi anak berkebutuhan khusus. Media konvensional seringkali gagal bersaing dengan daya tarik konten digital yang cepat dan repetitif.

"Kami melihat ada celah antara dunia digital yang sangat disukai anak berkebutuhan khusus dengan metode belajar sekolah yang terasa kurang menantang bagi mereka," ujar Keenan, salah satu anggota tim.

Danta menambahkan, karakteristik video brain-rot yang bersifat candu justru bisa menjadi senjata untuk meningkatkan efektivitas belajar. Banyak sekolah di Indonesia, menurutnya, masih kesulitan menemukan metode yang pas untuk siswa inklusi.

"Kami mengadaptasi aspek visual yang mampu menangkap perhatian penonton tersebut ke dalam materi edukatif," jelasnya.

Untuk membuktikan teorinya, tim peneliti SMA Cikal Surabaya menggunakan metode quasi-eksperimental. Mereka membandingkan dua kelompok subjek. Satu kelompok mengonsumsi video edukasi standar, sementara kelompok lainnya menonton video materi serupa namun dikemas dengan gaya brain-rot.

Baca juga:
Bukan Cuma Orang Tua, Saudara Sekandung Jadi Kunci Tumbuh Kembang ABK

Hasilnya mengejutkan. Meski dilakukan dalam skala terbatas, pemahaman materi pada kelompok video brain-rot setara dengan video konvensional.

"Kami tidak mengorbankan kualitas materi demi gaya. Titik terangnya adalah kami berhasil menciptakan media yang sama efektifnya secara kognitif, namun memiliki tingkat keterlibatan (engagement) yang jauh lebih tinggi," ungkap Keenan.

Perjalanan meraih emas di I2ASPO 2025 tidaklah instan. Selama kompetisi yang berlangsung pada 18-21 Desember 2025 tersebut, kelima siswa ini harus melewati proses diskusi panjang dan revisi berulang kali.

Bagi mereka, kemenangan ini bukan sekadar soal trofi, melainkan pembuktian bahwa pelajar mampu memberikan solusi nyata atas masalah pendidikan di sekitarnya. Danta mengaku proses ini melatihnya menjadi pribadi yang lebih adaptif.

Baca juga:
Strategi SD Cikal Latih Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus

"Pelajaran paling berharga adalah selalu menyiapkan rencana untuk berbagai kemungkinan. Jangan ragu mengganti strategi di tengah jalan jika situasi menuntut demikian," tutur Danta.

Sebagai sekolah berbasis kompetensi di Surabaya Barat, SMA Cikal terus mendorong siswanya untuk menjadi "Pelajar Merdeka".

Dukungan terhadap riset-riset aplikatif seperti ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan harus memberi ruang luas bagi minat dan bakat siswanya di luar kurikulum formal.