jatimnow.com - Polemik dugaan investasi bodong yang menyeret nama Komariah di media sosial akhirnya menemui titik terang. Rohmah (40), kakak kandung Komariah, muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi sekaligus pasang badan.
Warga Desa Bire Barat, Ketapang, Sampang ini menyatakan bahwa adiknya sama sekali tidak terlibat dalam urusan utang-piutang yang viral belakangan ini.
Rohmah mengakui bahwa dirinya secara sepihak mencatut nama sang adik untuk mendapatkan kepercayaan dari para pemberi pinjaman.
Langkah tersebut diambil karena ia terdesak kebutuhan modal untuk mengembangkan bisnis toko sembako dan material bangunan miliknya.
"Pinjaman itu murni urusan saya. Saya memakai nama adik hanya sebagai alasan agar orang percaya dan mau meminjamkan uang," ujar Rohmah saat memberikan keterangan di Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Ia membantah narasi yang dibangun pengacara M Sholeh dalam unggahan video sebelumnya. Menurut Rohmah, tidak ada aliran dana sepeser pun yang masuk ke bisnis skincare milik adiknya.
Sebaliknya, Komariah justru menjadi salah satu pihak yang merugi karena hartanya ikut tersedot.
"Adik saya tidak tahu apa-apa. Saya malah punya utang ke dia sebesar Rp2,114 miliar dan satu unit mobil Avanza baru yang saya jual untuk menutupi kewajiban lain," tambahnya dengan nada menyesal.
Persoalan ini bermula dari ambisi Rohmah memperbesar skala usahanya. Tanpa kontrak tertulis, ia mengandalkan kesepakatan lisan dan janji keuntungan bagi para pemodal.
Baca juga:
Waspada! 5 Modus Penipuan Digital Teratas di Indonesia
Namun, bisnisnya terjerat pola 'gali lubang tutup lubang' saat beberapa pinjaman jatuh tempo secara bersamaan.
Di tengah upaya melunasi utang, Rohmah mengaku mendapatkan intimidasi fisik yang cukup berat.
Ia menceritakan momen mencekam saat mobil operasionalnya dirampas di jalan hingga ancaman kekerasan.
"Saya pernah diancam, bahkan disiram bensin. Mobil yang sedang mengangkut besi dirampas paksa sampai karyawan saya harus pulang jalan kaki," ungkapnya.
Baca juga:
Izin Investasi di Surabaya Bisa Online, Cukup Pakai Aplikasi Ini
Meski dalam tekanan, Rohmah berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajibannya secara bertahap.
Sejauh ini, ia telah menjual tiga mobil, tiga motor, dan sebidang tanah untuk membayar sebagian dari 123 orang yang memberikan pinjaman.
Ia memohon agar pihak-pihak terkait berhenti menyudutkan keluarganya, terutama sang adik yang tidak memiliki sangkut paut dengan operasional usahanya.
"Jangan ganggu adik dan keluarga saya. Ini tanggung jawab saya sepenuhnya dan saya akan selesaikan," pungkasnya.