Pixel Code jatimnow.com

Mau Produk Tembus Minimarket? Simak Bocoran BSN Soal Sertifikasi SNI UMKM 2026

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyerahkan sertifikat SNI UMKM di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: BSN/jatimnow.com)
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyerahkan sertifikat SNI UMKM di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: BSN/jatimnow.com)

jatimnow.com - Indonesia kini memayungi lebih dari 30,19 juta unit UMKM yang tersebar dari tanah Jawa hingga pelosok Papua. Di tengah hantaman disrupsi rantai pasok dan fluktuasi harga energi global, puluhan juta unit usaha ini memegang peran krusial sebagai bumper ekonomi nasional.

Namun, kuantitas besar saja tidak cukup, kualitas produk yang terstandarisasi menjadi harga mati agar mereka tidak tumbang di pasar sendiri.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membuktikan kualitas produknya lewat sertifikasi SNI.

Langkah ini diambil guna merespons dinamika geopolitik dan perubahan iklim yang mulai menekan stabilitas ekonomi rumah tangga.

"Produk yang sudah ber-SNI punya jaminan mutu dan keamanan yang jelas. Ini bukan sekadar kertas, tapi nilai tambah yang membuat konsumen lebih percaya dan membuka pintu pasar ekspor," ujar Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, saat menyerahkan sertifikat SNI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT-UMKM) mencatat sebaran usaha terbanyak masih didominasi wilayah Jawa Barat dengan 5,4 juta unit, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara di wilayah timur, Papua Tengah dan Papua Selatan mulai menunjukkan pertumbuhan dengan total puluhan ribu unit usaha baru.

Baca juga:
Borong Takjil Sambil Cek Promo Bright Gas, Solusi Hemat di Bulan Ramadan

Dorongan standardisasi ini mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 2021 dan instruksi Presiden untuk menyederhanakan proses perizinan bagi rakyat kecil.

Kristianto menyebut, pemerintah ingin mengubah paradigma lama yang menganggap urusan dokumen standar itu rumit dan mahal.

Sepanjang tahun 2025, BSN menggelar program Bootcamp SNI Bina UMK yang merangkul 1.033 peserta. Dari proses pendampingan dan analisis celah (gap analysis), sebanyak 119 UMKM sukses mengantongi sertifikat tahun lalu.

Terbaru, 29 UMKM di wilayah Jabodetabek resmi menerima sertifikat SNI hasil kolaborasi BSN dengan Kementerian UMKM.

Baca juga:
Resmikan Air Frezz, Plt Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya Air Minum Bersertifikat

"Kami ingin SNI dipandang sebagai alat strategis untuk tumbuh, bukan beban operasional. UMKM yang sudah tersertifikasi harus jadi inspirasi bagi yang lain untuk segera naik kelas," tambah Kristianto.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMN, dan mitra strategis diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif.

Dengan standar yang terjaga, produk lokal diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah serbuan barang impor, melainkan mampu merajai rak-rak perdagangan global.