Pixel Code jatimnow.com

800 Pesilat dari 7 Provinsi Ramaikan Jember Championship 3, Jadi Magnet Atlet Nasional

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Aksi pesilat cilik di ajang Pencak Silat Jember Championship 3 yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Jember. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Aksi pesilat cilik di ajang Pencak Silat Jember Championship 3 yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Jember. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com – Sebanyak 800 pesilat dari tujuh provinsi di Indonesia memadati ajang Pencak Silat Jember Championship 3 yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Jember, pada 14–15 Februari 2026. Kejuaraan ini kian mengukuhkan posisi Jember sebagai salah satu pusat kompetisi pencak silat nasional.

Tujuh provinsi yang ambil bagian meliputi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Jawa Timur sebagai tuan rumah.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Jember, Ahmad Halim, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Bahkan, jumlah peserta terpaksa dibatasi demi menjaga efektivitas waktu pertandingan.

“Antusiasme luar biasa. Total ada 800 atlet yang bertanding. Jumlah ini sudah kami batasi, sebab jika tidak, durasi pertandingan akan jauh lebih panjang,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Peserta tidak hanya berasal dari perguruan silat, tetapi juga dari berbagai institusi pendidikan ternama. Di antaranya Universitas Trisakti Jakarta serta pondok pesantren, termasuk delegasi Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mengirimkan 35 atlet.

Kejuaraan tahun ketiga ini memiliki keistimewaan tersendiri. Piagam penghargaan bagi para juara ditandatangani langsung oleh Bupati Jember, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap prestasi atlet.

“Sertifikat ini menjadi kunci. Kami memohon agar para juara tingkat SD, SMP, dan SMA mendapatkan rekomendasi khusus untuk masuk ke sekolah yang mereka tuju. Sementara atlet IPSI yang sedang kuliah dan berprestasi diharapkan memperoleh bantuan pendidikan dari Pemkab,” tambah Halim.

Baca juga:
Kejuaraan Pencak Silat Lereng Kelud Championship, Ada Ekshibisi Disabilitas

Menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dua tahun mendatang di Surabaya, Halim juga mengusulkan agar peraih medali emas mendapat apresiasi berupa kesempatan bekerja di lingkungan Pemkab, BUMD, maupun rumah sakit daerah di Jember.

“Kami ingin prestasi di gelanggang silat berbanding lurus dengan kesejahteraan masa depan para atlet,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa Jember kini tak sekadar menjadi tuan rumah, tetapi telah menjelma sebagai pusat perhatian olahraga di tingkat provinsi hingga nasional. Ia memastikan dukungan penuh pemerintah daerah bagi generasi muda berprestasi.

“Bagi anak-anak kita yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik seperti olahraga, pemerintah hadir untuk mengawal masa depan mereka,” ungkapnya.

Baca juga:
Kalahkan Batasan, ABK dan Disabilitas Bersinar di Ajang Pencak Silat

Bentuk dukungan tersebut antara lain kemudahan akses pendidikan. Lulusan SD diberikan kebebasan memilih SMP, lulusan SMP akan dikawal masuk SMA pilihan, sedangkan lulusan SMA/SMK/Aliyah diprioritaskan memperoleh beasiswa kuliah dari Pemkab Jember.

Selain itu, Gus Fawait menilai event olahraga berskala besar mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, terutama sektor UMKM, seiring kehadiran peserta dari berbagai daerah.

Menurutnya, kompetisi olahraga juga menjadi sarana strategis untuk menekan angka kenakalan remaja dengan menyediakan ruang ekspresi positif bagi generasi muda.