jatimnow.com - Kesatrian Marinir Moekijat berubah menjadi medan pembuktian ketangguhan fisik. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Pasmar 2, para prajurit Brigade Infanteri 2 Marinir (Brigif 2 Marinir) beradu cepat dalam Lomba Lari Estafet Militer yang ekstrem, Jumat (13/2/2026).
Perlombaan ini jauh dari sekadar lari jarak pendek biasa. Sebanyak 20 prajurit terbaik dari tiap satuan pelaksana ditantang menempuh jarak sprint 900 meter yang terbagi ke dalam enam rintangan ketangkasan setiap 150 meternya. Setiap rintangan mensimulasikan beban dan tekanan nyata di medan pertempuran.
Etape awal dimulai dengan aksi memukau lima peserta pertama yang berlari sambil memanggul perahu karet.
Tekanan fisik meningkat di rintangan kedua saat peserta harus memikul tas rangsel seberat 20 kilogram, disusul dengan lari sambil mengendalikan roda truk Liaz pada titik ketiga.
Memasuki fase akhir yang menguras stamina, para prajurit diwajibkan membawa dua kotak amunisi Senjata Mesin Sedang (SMS) GPMG dan kotak amunisi senapan panjang secara estafet. Perlombaan ditutup dengan lari menggunakan pack berbobot 10 kilogram hingga menyentuh garis finis.

Baca juga:
Brigif 2 Marinir Uji Ketangkasan Tempur Lewat Lomba Renang Ponco
Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Aang Andy Warta, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembinaan kemampuan dasar Korps Marinir.
"Ketahanan fisik prajurit selain bagian dari pembinaan satuan agar siap di medan operasi, juga bertujuan melatih efisiensi gerak dan pengelolaan pernapasan di bawah tekanan tinggi," ujar Kolonel Aang.
Persaingan ketat antar-satuan menghasilkan kejutan di garis finis. Yonif 3 Marinir berhasil membuktikan diri sebagai yang tercepat dan meraih juara pertama.
Baca juga:
Kolonel Marinir Aang Andy Warta Resmi Nahkodai Brigif 2 Marinir Sidoarjo
Menyusul di posisi kedua adalah Denipam 2 Marinir, sementara Yonkappa 2 Marinir harus puas di peringkat ketiga.
Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Brigif 2 Marinir dalam mencetak prajurit yang tidak hanya profesional secara taktis, tetapi juga memiliki fondasi fisik baja untuk menjawab tantangan tugas masa depan yang kian kompleks.