Pixel Code jatimnow.com

Dikira Razia, Pelajar dan Pengendara di Ponorogo Justru Dapat Helm hingga Cokelat

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahmad Fauzani
Dikira razia, pelajar dan pengendara di Ponorogo justru mendapat helm hingga cokelat dari polisi dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Dikira razia, pelajar dan pengendara di Ponorogo justru mendapat helm hingga cokelat dari polisi dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Sejumlah pelajar dan pengendara yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Banyudono, Kabupaten Ponorogo, Selasa (10/2/2026), sempat dibuat tegang. Mereka diberhentikan petugas Satlantas Polres Ponorogo di tepi jalan.

Banyak pengendara mengira sedang ada razia atau penindakan pelanggaran lalu lintas. Namun dugaan itu buyar setelah pemeriksaan selesai. Bukannya menerima surat tilang, para pengendara justru mendapat cokelat, bunga, bahkan helm gratis dari polisi.

Pemberhentian tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026. Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan sekaligus mengecek kepatuhan pengendara terhadap aturan keselamatan, khususnya penggunaan helm.

Pengendara yang membawa anak kecil dengan helm lengkap, serta pelajar yang tertib berlalu lintas dan sudah memiliki SIM, langsung mendapat apresiasi. Hadiah sederhana diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kepatuhan mereka di jalan raya.

“Kaget, saya kira mau ditilang. Ternyata cuma dicek surat-surat. Karena lengkap, malah dapat cokelat,” ujar Vehezkiel, pelajar asal Kecamatan Kauman.

Vehezkiel mengaku baru berani berkendara sendiri setelah memiliki SIM. Sebelumnya, ia memilih diantar orang tua agar tidak melanggar aturan lalu lintas.

Baca juga:
Satlantas Polres Ponorogo Sosialisasikan Keselamatan Lalu Lintas Lewat Seni

Tak hanya itu, orang tua yang mengantar anak ke sekolah dengan tertib juga mendapat perhatian khusus dari petugas. Anak-anak yang belum memiliki helm langsung dipasangkan helm baru di lokasi.

Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini, bukan semata-mata penindakan.

“Ini bentuk reward bagi pengendara yang patuh. Kami masih sering menemukan anak-anak dibonceng tanpa helm karena orang tuanya lupa. Hari ini kami bagikan helm gratis agar anak lebih aman,” jelasnya.

Baca juga:
Polres Ponorogo Ungkap Penyalahgunaan Sumbangan Yayasan, Dana Dipakai Judi

Menurutnya, Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, terutama menyasar kalangan pelajar. Berdasarkan data kepolisian, pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh usia sekolah.

“Tidak langsung tilang. Kami lakukan edukasi, imbauan, dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Penindakan tetap ada, tapi menjadi langkah terakhir,” tandasnya.