Pixel Code jatimnow.com

Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jombang berada di ambang krisis lingkungan akibat pencemaran mikroplastik. Hasil penelitian terbaru dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menunjukkan bahwa mikroplastik jenis fiber mendominasi pencemaran di tiga lokasi berbeda di Jombang. Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera bertindak.

Penelitian Ecoton menemukan bahwa fiber, yang umumnya berasal dari serat tekstil sintetis dan limbah cucian, menjadi jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di Depan Polres Jombang, Depan Lapas Jombang, dan Jatirejo, Cukir. Di Jatirejo, Cukir, bahkan ditemukan 16 partikel mikroplastik, dengan 13 di antaranya adalah fiber.

"Dominasi fiber ini menunjukkan bahwa aktivitas harian seperti mencuci pakaian memiliki dampak besar terhadap pencemaran mikroplastik," ungkap Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, Senin (19/1/2026).

Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan bahwa temuan ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

"Mikroplastik masuk ke rantai makanan, dimakan ikan, lalu kembali ke tubuh manusia. Ini adalah bom waktu yang harus segera diatasi," tegas Prigi.

Sementara Peneliti Senior Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menyoroti lemahnya pengelolaan limbah domestik sebagai penyebab utama tingginya pencemaran mikroplastik di Jombang.

Baca juga:
Ecoton Gandeng SMP NU Shafiyah Banyuwangi Kampanyekan Pesantren Zero Waste

"Selama sistem pengolahan air limbah rumah tangga belum dibenahi, mikroplastik akan terus mencemari lingkungan," kata Amiruddin.

Temuan ini disampaikan dalam kegiatan edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. Matuhah Mustiqowati, Kepala MA Al Hikam Jatirejo, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan pentingnya edukasi mikroplastik sejak dini.

"Kami ingin siswa sadar bahwa perilaku sehari-hari mereka berdampak langsung pada lingkungan," ujar Matuhah.

Baca juga:
Bikin Geleng Kepala, Murid SD Bawean Angkat 'Warisan' Sampah Plastik 34 Tahun

Temuan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengelolaan limbah, meningkatkan sistem pengolahan air limbah domestik, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Jika tidak, Jombang akan terus terancam krisis mikroplastik yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.