Pixel Code jatimnow.com

Ecoton Gandeng SMP NU Shafiyah Banyuwangi Kampanyekan Pesantren Zero Waste

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Ecoton edukasi santri SMP NU Shafiyah Banyuwangi soal bahaya mikroplastik guna mencetak generasi pelopor pesantren bebas sampah plastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Ecoton edukasi santri SMP NU Shafiyah Banyuwangi soal bahaya mikroplastik guna mencetak generasi pelopor pesantren bebas sampah plastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman mikroplastik kini telah menyusup ke setiap sendi ekosistem manusia, mulai dari aliran sungai hingga kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

Menghadapi krisis ini, Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) menggandeng santri SMP NU Shafiyah Rogojampi, Banyuwangi, untuk memimpin gerakan pengurangan plastik sekali pakai di lingkungan pendidikan berbasis agama.

Melalui program Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA), santri dibekali pemahaman mengenai bahaya partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini mulai mencemari rantai makanan.

Pesantren dipilih menjadi titik sentral edukasi karena kapasitasnya dalam membentuk karakter generasi muda yang masif.

"Santri memegang posisi strategis sebagai motor penggerak. Pengetahuan yang memadai memungkinkan mereka mempelopori gaya hidup minim sampah demi menjaga lingkungan pesantren tetap sehat," ungkap Alaika Rahmatullah, Manajer Advokasi Ecoton, Senin (5/1).

Kepala Sekolah SMP NU Shafiyah Rogojampi, Fuad Akbar Zamzamy, merespons serius ancaman polusi tersebut.

Baca juga:
Bikin Geleng Kepala, Murid SD Bawean Angkat 'Warisan' Sampah Plastik 34 Tahun

Pihaknya kini tengah menyiapkan blue print untuk menjadikan lingkungan sekolah dan pondok pesantren sebagai percontohan kawasan zero waste pertama di Kabupaten Banyuwangi.

"Kami berkomitmen menjauhkan anak-anak dari ancaman mikroplastik yang membahayakan kesehatan mereka. Mengurangi plastik adalah bentuk nyata dari nilai iman yang kami ajarkan di pesantren maupun saat mereka pulang ke rumah," tegas Fuad.

Langkah konkret sekolah diwujudkan melalui peluncuran dua komunitas strategis: "Stop-Less" yang fokus pada kampanye pengurangan plastik, serta "Lentera Asa" sebagai wadah pemenuhan hak anak di lingkungan pendidikan.

Baca juga:
Riset Bocah SD Sidoarjo, Air Hujan dan Gelas Kertas Ternyata Berisi Plastik

Kedua wadah ini menjadi laboratorium bagi para santri untuk mempraktikkan langsung tata kelola sampah berbasis sumber.

Ecoton berharap model pendidikan lingkungan di SMP NU Shafiyah ini dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan lain.

Dengan mengintegrasikan gerakan pengurangan sampah plastik ke dalam kurikulum dan rutinitas pesantren, generasi masa depan diharapkan tumbuh dalam ekosistem yang lebih bersih dan terlindungi dari paparan polutan plastik berkepanjangan.