Pixel Code jatimnow.com

Wisata Kampung Kayutangan Malang Sukses Berdayakan Ekonomi Warga, Nilainya Rp1 M

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Avirista Midaada
Kawasan Kayutangan Heritage (foto: Aris/jatimnow.com)
Kawasan Kayutangan Heritage (foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kehadiran ribuan wisatawan di Kampung Kayutangan Heritage Malang sukses memutar ekonomi warga.

Pengelola mencatat dari sekitar rata-rata 3 ribu wisatawan per harinya di bulan Desember 2025 ini, sudah ada sekitar Rp1 miliar yang di serap kampung di kawasan Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Bendahara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage Iis Sugiati mengungkapkan, sejauh ini dari hitungan pengelola wisata di kampung heritage ini sudah ada perputaran ekonomi sekitar lebih dari Rp1 miliar. 

Jumlah itu merupakan kalkulasi perputaran uang dari tiket masuk Rp5.000 yang dibayarkan setiap wisatawan dan transaksi lain di dalam kampung.

"Untuk Desember ini saja kita post card yang didapat wisatawan masuk itu sudah habis 20 ribu dua minggu sampai Desember pertengahan. Kalau rata-rata harian di libur sekolah dan natal ini di angka 3 ribuan wisatawan," ucap Iis Sugiati, ditemui di Sekretariat Pokdarwis Kayutangan Heritage, Kamis (25/12/2026).

Kunjungan wisatawan itu di luar kunjungan wisatawan rombongan yang biasanya terlebih dahulu memesan. 

Biasanya paket reservasi itu dibanderol antara Rp35 ribu sampai Rp100 ribu, dengan fasilitas mendapat pelatihan pembuatan kue, suvenir batik Malang, hingga didampingi pemandu wisata.

"Kalau yang paket reservasi itu istilahnya untuk studi banding, ikut studi banding, macam-macam yang datang, mulai anak TK, sampai mahasiswa. Kemarin ada kunjungan anak berkebutuhan khusus itu kita ajak membatik. Ya kalau perputaran ekonomi Rp1 miliar lebih, satu miliar itu tahun kemarin, tahun ini bisa lebih," ujarnya.

Perputaran ekonomi itumembuat pelaku UMKM sebanyak 256 menjadi hidup. Mereka juga yang menyumbangkan perputaran uang, hingga membuat warga sebanyak 906 kepala keluarga (KK), tak perlu lagi membayar iuran sampah hingga berhak mendapat uang sosial kematian. 

Baca juga:
Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor

Peningkatan perputaran uang itu juga membuat warga ikut bermain menjadi pemain dan tidak menonton perkembangan wisata di kampungnya.

"Alhamdulillah untuk UMKM sangat-sangat berkembang. Memang tujuan awal kami ada pemberdayaan bagaimana secara ekonomi warga Kayutangan bisa meningkat. Saat ini ada 256 UMKM. Jadi kami dorong warga itu tidak hJya jadi penonton, tapi ikut main supaya semuanya bisa merasakan dampaknya," kata dia.

"Hasil dari kunjungan wisatawan dan kontribusi lingkungan kami kembalikan ke masyarakat. Ada 906 KK yang berdomisili di Kayutangan aat ini free untuk subsidi kematian dan sampah, itu sebagai kompensasi warga yang terdampak karena memang yang kami berikan KK yang berdomisili di Kayutangan," tambahnya.

Perputaran ekonomi itu juga membuat kawasan Kampung Kayutangan Heritage bisa berdikari. Pengelola kampung wisata bahkan menyebut dari tiket masuk dan perputaran uang di dalamnya mampu memberikan beasiswa kepada 40 anak-anak tidak mampu di kampung, pemberian insentif ke lansia, insentif ke Linmas, hingga pemberian insentif ke tempat-tempat ibadah di dalam kawasan.

"Kita di sini ada paguyuban - paguyuban, ada paguyuban rumah spot, paguyuban UMKM. Kami juga bekerjasama dengan instansi lain, seperti BPJS. Di kami anggota Pokdarwis ada 18 orang itu dapat BPJS ketenagakerjaan semua," paparnya.

Baca juga:
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Yai Mim Mengaku Sebagai Pasien RSJ Malang

Pengelolaan kampung wisata yang profesional itu wajar membawa Pokdarwis Kayutangan Heritage menjuarai Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025, kategori kinerja berkelanjutan dalam tata kelola serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata

Penghargaan itu memang cukup wajar melihat antusiasme masyarakat Indonesia untuk berwisata ke Kampung Kayutangan Heritage memang cukup tinggi. 

Bahkan, lanjut Iis Sugiati, cuaca ekstrem yang sempat melanda Malang raya beberapa waktu lalu tak mempengaruhinya. Pengunjung biasanya memilih untuk berteduh dahulu sambil menikmati aneka kuliner di kampung heritage, atau memilih memakai jas hujan.

"Kami juga selalu berinovasi agar wisatawan ini tidak bosan. Untuk libur Natal ini ada dua spot baru, mural BPJS namanya, karena kami bekerjasama dengan BPJS. Ya dengan spot - spot baru ini kami harapkan wisatawan juga tidak bosan masuk ke Kampung Kayutangan Heritage," tukasnya.