jatimnow alexametrics

Cegah Kecanduan Gawai dengan Massalkan Permainan Tradisional

Editor : Arif Ardianto Reporter : Farizal Tito
Anak-anak saat mengikuti perlombaan permainan tradisional.
Anak-anak saat mengikuti perlombaan permainan tradisional.

jatimnow.com — Sebanyak 750 murid taman kanak-kanak (TK) dan SD dari Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik memviralkan permainan tradisional secara massal di halaman SD Santa Maria Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Dari pantauan jatimnow.com di lokasi, dengan mengenakan baju adat, ratusan siswa-siswi terlihat giat memainkan permainan tradisional seperti engkle, patil lele, bowling jawa, gasing dan gobak sodor dalam acara yang bertajuk Sanmar Challenge 2018.

Yunita Ike, salah seorang walimurid siswa SD Santa Maria Surabaya yang menjadi peserta mengungkapkan sengaja mengajak anaknya mengikuti permainan tradisional yang di perlombakan ini.

Menurutnya, kompetisi ini untuk melatih ketangkasan dan melatih anak untuk tidak ketergantungan terhadap gawai.

"Kami tiap tahunnya mengikuti Sanmar chalenge ini. Mangkanya anak saya tidak canggung untuk memainkan serangkaian perlombaan yang telah di jadwalkan oleh panitia," ujar Yunita.

Meski terik matahari sangat menyengat, tidak mengendurkan semangat anak-anak yang masih berusia 6-7 tahun itu. Bahkan, mereka tidak canggung meskipun kurang memahami peraturan yang harus di patuhi dalam sebuah permainan tradisional itu.

Seperti halnya Thevi Birgita Christev, siswi kelas 1 SD Santa Maria Surabaya mengaku dirinya merasa kesulitan dalam hal memainkan engkle, namun ia tidak putus asa dan terus mendengarkan arahan dari juri dan ibunya.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Tadi saya sedikit kesusahan main engkle, tapi saya mendengar arahan ibu dan akhirnya bisa menyelesaikan. Setelah menyelesaikan 3 lomba akhirnya sampai ke lomba puzzle, dan akhirnya saya menyelesaikan dengan cepat," terang Thevi.

Panitia Sanmar Challenge 2018, Anita Berti menjelaskan, perlombaan permainan tradisional ini sengaja digelar dengan tujuan untuk mengajarkan dan mengenalkan budaya tradisional sejak dini.

"Dalam Sanmar Challenge ini, terdapat banyak lomba yang bisa dilakukan beregu, berkeluarga maupun perseorangan. Karena kita ingin mengajak para orang tua agar lebih dekat dengan sang anak dan tidak secara mudah untuk memberikan gawai kepada buah hatinya," terang Anita.

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif