Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Lamongan Antisipasi Dini Lonjakan Harga Bahan Pokok saat Ramadan

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Lamongan mulai bersiap menghadapi lonjakan harga pokok yang kerap terjadi tiap datang bulan suci Ramadan.

Salah satunya dengan menggelar High Level Meeting (MLM) berama seluruh Kepala OPD, Pimpinan BUMN dan BUMD terkait. Pertemuan tersebut sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi dengan menjaga harga kebutuhan pokok.

“Menghadapi bulan puasa dan Idul Fitri harga pangan cenderung mengalami kenaikan harga dan bisa meningkatkan inflasi. Bahan pangan untuk terus dimonitor,” beber Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Yes), Rabu (22/3/2023).

Dikabarkan Bupati Yes, beberapa waktu terakhir ini harga pangan seperti beras, telur, cabai sempat melonjak naik, dan sekarang mulai turun meskipun belum normal.

"Inilah kondisi yang ada. Tapi kita terus berusaha untuk menekan inflasi," imbuhnya.

Baca juga:
Akun IG Disbudporapar Lamongan Diretas Hacker Judol, Catut Nama Elon Musk

Bupati Yes mengaku tak mau terlena pihaknya ingin siaga meski kondisi harga pokok saat ini relatif stabil. Ia memerintahkan untuk memperbanyak pasokan pangan sehingga harga tetap stabil.

“Segera lakukan perbanyak pasokan pangan, solusi dan rumusan jika ada salah satu komoditi yang harganya melonjak. Harga naik itu wajar tapi jika lonjakannya terlalu tinggi ini yang berbahaya," katanya.

Baca juga:
Bupati Lamongan: Perbaikan Ornamen Paduraksa Tunggu Masa Libur

Menanggapi arahan Bupati Yes, Ketua Pelaksana HLM yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Tata Pemkab Lamongan, Kandam akan melakukan berbagai strategi dalam menstabilkan harga bahan pangan.

“Kami akan melakukan strategi termasuk melakukan operasi pasar murah hingga menggelar bazar dalam setiap event yang dilakukan,” terangnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam