Pixel Code jatimnow.com

Nellava Bullion Incar Pertumbuhan Investasi Logam Mulia di Surabaya

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Karyawati menata perhiasan emas di Nellava Bullion Surabaya, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Karyawati menata perhiasan emas di Nellava Bullion Surabaya, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Emiten perdagangan logam mulia, Nellava Bullion, resmi memulai penetrasi pasar di Jawa Timur dengan meresmikan kantor cabang pertamanya di Surabaya.

Langkah strategis ini menandai dimulainya fase ekspansi nasional perusahaan sepanjang tahun 2026 guna merespons tingginya permintaan instrumen lindung nilai (hedging) di pusat ekonomi wilayah timur.

Pemilihan Surabaya didasari pada fundamental ekonomi kota yang kokoh serta tingginya literasi investasi masyarakat setempat.

Nellava melihat adanya kebutuhan akan akses komoditas emas dan perak yang memiliki likuiditas tinggi dengan mekanisme penentuan harga yang lebih akuntabel.

Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, melayani calon pembeli di Nellava Bullion Surabaya, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, melayani calon pembeli di Nellava Bullion Surabaya, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, mengungkapkan bahwa perusahaan membawa model bisnis yang mengedepankan transparansi harga berdasarkan indeks pasar internasional.

Strategi ini diambil untuk mengeliminasi distorsi harga yang kerap terjadi akibat fluktuasi permintaan domestik yang tidak menentu.

"Kami mengadopsi standar harga global secara konsisten. Pendekatan ini memastikan margin yang adil bagi investor, baik pada posisi entry maupun saat melakukan divestasi melalui mekanisme buyback," ujar Laras di Nellava Bullion Surabaya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga:
Alasan Harga Emas Antam Melejit 60 Persen dalam Setahun Terakhir

Selain emas, Nellava secara agresif memposisikan perak sebagai aset investasi dengan potensi upside yang signifikan.

Dengan menyediakan denominasi batangan mulai dari 25 gram hingga 1.000 gram, perusahaan berupaya mendiversifikasi portofolio investor dari berbagai skala modal.

Guna memitigasi risiko pemalsuan yang menghambat integritas pasar, Nellava mengintegrasikan teknologi Secured Futures.

Sistem ini mencakup penggunaan teknologi NFC (Near Field Communication), verifikasi kode QR, serta segel hologram untuk menjamin aspek ketertelusuran (traceability) dan keaslian aset secara real-time.

Baca juga:
Nabung Receh, Panen Emas: Strategi Efektif Ala Pegadaian Amankan Masa Depan

Selain emas, Nellava secara agresif memposisikan perak sebagai aset investasi dengan potensi upside yang signifikan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Selain emas, Nellava secara agresif memposisikan perak sebagai aset investasi dengan potensi upside yang signifikan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Sebagai komitmen terhadap perlindungan modal investor, Nellava memberlakukan kebijakan buyback 100 persen sesuai harga internasional dengan biaya transaksi minimal. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga tingkat likuiditas aset para nasabah di tengah dinamika pasar keuangan.

Hingga akhir tahun 2026, Nellava Bullion memproyeksikan pembukaan empat cabang baru di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Rencana korporasi tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem investasi logam mulia yang transparan, aman, dan mudah diakses secara nasional.