jatimnow alexametrics

Disdag Surabaya Sebut Kelangkaan Minyak Goreng karena Faktor Global

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Harga minyak goreng melambung di pasaran.
Harga minyak goreng melambung di pasaran.

Surabaya - Melambungnya harga minyak goreng di pasaran, belum membuat Pemkot Surabaya merencanakan operasi pasar. Tingginya harga jual minyak goreng disebut dipengaruhi oleh langkanya stok minyak.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati menyebut, mahalnya harga minyak goreng di pasaran dipengaruhi stok bahan baku minyak goreng yang mulai langka.

"Karena bahan baku minyak itu CPO (Crude Palm Oil) itu memang lagi sulit bahkan itu di tingkat dunia," ujar Wiwiek kepada jatimnow.com, Minggu (7/11/2021).

Saat ini, harga minyak goreng curah telah mencapai Rp 16.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan telah mencapai Rp 17.000 per liternya.

Kondisi ini, lanjut Wiwiek, cukup dirasakan oleh masyarakat, terlebih pelaku UMKM yang memproduksi gorengan setiap harinya. Sedangkan pihaknya belum mengetahui kapan akan usai.

"Kita belum tau ya kondisi ini sampai kapan," lanjutnya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Saat ini, pihaknya tengah serius berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Namun, belum ada rekayasa ataupun skema sebagai solusi dari kenaikan harga minyak goreng di pasaran agar bisa kembali turun.

"Koordinasi dengan pemerintah pusat kita selalu, namun ya gimana lagi ini kelangkaannya memang secara global," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg