Pilihan Pembaca: Kisah Kesaktian Bintang hingga Provokator Ditangkap

jatimnow.com - Berita kisah kesaktian Bintang, keturunan ke-6 Pangeran Diponegoro di Surabaya menjadi pilihan pembaca pertama pada Kamis (24/6/2021).

Di urutan kedua perumahan ini ditinggal penghuni setelah belasan orang positif dan 2 warganya meninggal. Dan di urutan ketiga provokator penyerangan pos penyekatan Suramadu ditangkap.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Kisah Kesaktian Bintang, Keturunan Ke-6 Pangeran Diponegoro di Surabaya

Di balik kesederhanaan sikapnya, Bintang Timur Diponegoro ternyata memiliki kelebihan yang luar biasa. Keturunan ke-6 Pangeran Diponegoro yang lahir dan besar di Surabaya itu bisa menyembuhkan penyakit medis dan nonmedis.

Saat ini, hari-hari Bintang disibukkan dengan membantu orang, mulai dengan pengobatan hingga menyelesaikan persoalan magic.

Dalam pengobatannya, Bintang mengaku tidak memakai media apapun. Metodenya hanyalah pijat dan totok syaraf. Pengobatan Bintang telah dibanjiri pasien mulai dari Pulau Jawa hingga luar Jawa.

"Kalau saya itu metodenya cuma pijet sama totok. Totok saraf. Jadi pembuluh darah yang tersumbat ini dibukain dulu," tambahnya.

Belasan Orang Positif dan 2 Warga Meninggal, Perumahan ini Ditinggal Penghuni

Belasan warga Perumahan Bumi Citra Praja, Kelurahan Beduri, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

"Ada 19 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 2 diantara nya meninggal dunia juga karena terpapar," kata Ketua Rt setempat, Priyanto, Kamis (24/6/2021).

Provokator Penyerangan Pos Penyekatan Suramadu Ditangkap: Saya Minta Maaf

Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap seorang pria berinisail UF (27), atas kasus ujaran kebencian. Pria asal Bangkalan itu mengajak warga Madura agar tidak patuh dengan kegiatan penyekatan di Jembatan Suramadu.

Dalam aksinya, UF mengunggah status di akun Facebooknya @Umar Fauzi Achal ke grup Kabar Bangkalan.

Ujaran itu bertuliskan "Sekilas info malam ini jam 7, sehubungan antar kabupaten diadakan kumpul bersama yakni tretan madureh di tanean suramadu yang katanya mau ngerusak atau bakar tenda Merapat tretan". Namun postingan itu telah dihapus pada Selasa (22/6/2021).

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top