Nobar KPK The End Game, IKA Stikosa AWS Sesalkan Peretasan Medsos Watchdoc

jatimnow.com - Film dokumenter yang diproduksi Watchdoc berjudul KPK The End Game telah banyak ditayangkan secara mandiri oleh masyarakat di Indonesia.

Tak terkecuali Ikatan Alumni Sekokah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa AWS) yang menayangkan film berdurasi hampir dua jam itu pada hari Minggu (6/6) malam di pelataran Masjid A. Aziz Surabaya.

Namun kabar kurang sedap diterima pengurus IKA Stikosa AWS setelah nobar KPK The End Game digelar.

Ketua IKA Stikosa AWS, M Zurqoni mengaku memperoleh infomasi bahwa media sosial (medsos) baik Instagram dan Twitter Watchdoc diretas.

Bahkan, dari kabar yang disampaikan Dandhy Laksono Sutradara KPK The End Game jika nobar di Pontianak mendapatkan ancaman atau teror walau penayangan masih terus berlangsung.

Ia menilai peretasan dan teror saat itu sebagai bentuk pembungkaman yang dilakukan seperti era orde baru zaman Soeharto.

"Peretasan medsos dan ancaman bagi penyelenggara nobar ini kan upaya pembungkaman seperti zaman Soeharto. Penekanan secara psikis," kata pria yang juga mantan aktivis 98 di Surabaya itu dalam siaran pers ke redaksi, Senin (7/6/2021).

Zurqoni melihat karya Watchdoc KINIPAN yang tayang beberapa waktu lalu telah sukses ditonton jutaan orang.

Ia menyebut, ratusan hingga ribuan layar terkembang untuk film yang mengedukasi tentang lingkungan hidup tersebut.

"Jadi KPK EndGame ini dinilai oleh rezim sebagai ancaman dan berbahaya karena pengalaman dari KINIPAN, penontonnya sangat banyak. Padahal film EndGame ini sangat edukatif, menjelaskan banyak hal tentang idealisme penyidik dan pegawai dalam upaya pemberantasan korupsi oleh KPK di Indonesia," jelasnya.

Ia berharap, tidak lagi ada upaya intervensi dari pihak manapun dengan meretas atau menebar teror untuk sebuah karya dokumenter.

Zurqoni pun menegaskan, IKA Stikosa AWS mengutuk keras aksi peretasan dan teror KPK EndGame.

"Jangan sampai kita kembali seperti masa orde baru yang anti kritik. Kami mendukung Watcdoc untuk tetap memfasilitasi penayangan nobar ini agar terus dilanjutkan. Semua anak bangsa perlu tahu bahwa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini memang sedang mengalami jalan terjal," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top